Pencarian

Kabut Asap Karhutla Ganggu 2.775 Penerbangan Domestik, Dampaknya Meluas hingga NTT

Jumat, 23 Oktober 2026 • 10:31:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Ganggu 2.775 Penerbangan Domestik, Dampaknya Meluas hingga NTT
Penerbangan domestik terdampak kabut asap karhutla tercatat 2.775 hingga 20 Oktober 2026.

JAKARTA — Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa menyampaikan bahwa jumlah penerbangan domestik yang terdampak kabut asap karhutla terus meningkat. Peningkatan itu sejalan dengan meluasnya sebaran asap di sejumlah wilayah yang dapat mengganggu operasional penerbangan.

Berdasarkan pencatatan hingga 20 Oktober 2026, total penerbangan terdampak mencapai 2.775. Angka tersebut merupakan akumulasi gangguan selama periode pemantauan, bukan jumlah penerbangan dalam satu hari.

Tambahan 171 Penerbangan dalam Sehari Pencatatan

Dibandingkan data per 19 Oktober 2026, jumlah terbaru bertambah 171 penerbangan. Pada tanggal tersebut, angka tercatat sebanyak 2.604 penerbangan sebelum naik menjadi 2.775 pada pencatatan berikutnya.

Perbandingan dua tanggal itu menunjukkan dampak terhadap layanan penerbangan masih berkembang saat kondisi asap meluas. Kementerian Perhubungan membedakan jumlah kumulatif dengan tambahan penerbangan terdampak dalam periode perbandingan agar perkembangan gangguan dibaca tepat.

Lukman menjelaskan, peningkatan tersebut berkaitan dengan penyebaran asap di beberapa wilayah. Dampaknya tidak terbatas pada satu lokasi saja.

"Jumlah penerbangan domestik yang terdampak kabut asap karhutla terus meningkat," kata Lukman, dikutip dari keterangan Kementerian Perhubungan.

Jangkauan Asap Capai Nusa Tenggara Timur

Meluasnya dampak hingga Nusa Tenggara Timur memperlihatkan cakupan persoalan yang perlu diperhatikan dalam penanganan karhutla dan kabut asap. Ketika asap memengaruhi penerbangan di berbagai wilayah, perjalanan penumpang dan kegiatan yang bergantung pada konektivitas udara berpotensi menghadapi ketidakpastian.

Catatan Kementerian Perhubungan menjadi gambaran terukur soal besarnya dampak pada penerbangan domestik. Namun, data itu tidak mencantumkan rincian lokasi atau bandara tertentu yang terdampak.

Penumpang dapat memantau informasi resmi dari maskapai dan otoritas terkait sebelum berangkat. Pihak berwenang diminta menyampaikan perkembangan kondisi secara jelas.

Jarak Pandang Jadi Pertimbangan Utama Operasional

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan jarak pandang di sekitar bandara maupun sepanjang jalur penerbangan. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting ketika pihak terkait menilai apakah operasional dapat dilanjutkan, disesuaikan, atau ditunda.

Kementerian Perhubungan menegaskan keselamatan sebagai prioritas dalam menghadapi gangguan tersebut. Penerbangan tidak dipaksakan beroperasi apabila jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional.

Keputusan operasional bukan semata-mata soal menjaga jadwal tetap berjalan. Situasi aktual mesti mendukung penerbangan yang aman, sebab dampak asap dapat berubah dari waktu ke waktu.

Jumlah penerbangan terdampak masih dapat berubah apabila kondisi di wilayah terkait berkembang dan pencatatan diperbarui. Angka terbaru perlu dipahami sesuai tanggal batas pemantauan, yakni hingga 20 Oktober 2026, dengan pembanding data per 19 Oktober.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: patrolihukumindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks