Pencarian

Purbaya Catat Modal Asing Masuk Rp141,6 T, Rupiah Menguat ke Rp17.600

Senin, 14 September 2026 • 15:33:01 WIB
Purbaya Catat Modal Asing Masuk Rp141,6 T, Rupiah Menguat ke Rp17.600
Menteri Purbaya menyampaikan capaian modal asing masuk Rp141,6 triliun dalam rapat kerja bersama DPD RI, Senin (14/9).

NUSA TENGGARA TIMUR — Purbaya menyampaikan angka tersebut dalam rapat kerja bersama DPD RI, Senin (14/9). Menurutnya, capital inflow itu menjadi salah satu indikator utama meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap Indonesia.

Perbaikan tidak hanya terlihat dari sisi volume dana masuk. Tiga indikator pasar keuangan utama—nilai tukar, IHSG, dan imbal hasil SBN—bergerak ke arah yang lebih kompetitif dibandingkan titik terburuknya tahun ini.

Rupiah Jauh dari Titik Terlemah 8 Juni

Rupiah berada di level Rp17.600 per dolar AS pada 11 September 2026. Posisi itu menguat dibandingkan level terlemah tahun ini di Rp18.171 per dolar AS yang tercatat pada 8 Juni 2026.

Penguatan serupa terjadi di pasar saham. IHSG bertengger di level 6.541, jauh lebih tinggi dari titik terendahnya tahun ini di 5.342.

Di pasar obligasi, yield SBN tenor 10 tahun turun ke 7,10 persen. Angka itu lebih rendah—dan karena itu lebih menarik bagi investor—dibandingkan posisi tertingginya tahun ini yang sempat menyentuh 7,39 persen pada 11 Juni 2026.

Tekanan Pasar Keuangan Mulai Mereda

Purbaya menilai kombinasi tiga indikator itu menunjukkan tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia sudah berkurang.

"Tekanan pasar keuangan semakin mereda seiring dengan meningkatnya market confidence," ujar Purbaya dalam rapat kerja tersebut.

"Hal ini terefleksi pada apresiasi nilai tukar rupiah, penguatan IHSG dan yield SBN yang makin kompetitif," lanjutnya.

Bagi investor, pergerakan tiga indikator ini saling mengunci. Rupiah yang stabil menahan laju inflasi impor dan memberi ruang bagi Bank Indonesia menahan suku bunga. Yield SBN yang turun menandakan permintaan obligasi negara tetap kuat. Sementara IHSG yang naik mencerminkan ekspektasi laba emiten yang membaik.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

Angka Rp141,6 triliun ini menjadi modal awal bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar hingga akhir tahun. Namun arah capital inflow tetap bergantung pada tiga hal: kebijakan suku bunga The Fed, harga komoditas ekspor Indonesia, dan kondisi fiskal domestik.

Purbaya tidak menyebut target spesifik capital inflow hingga akhir 2026 dalam paparannya. Ia juga tidak merinci komposisi dana masuk—berapa yang mengalir ke SBN, berapa ke saham, dan berapa ke instrumen jangka pendek.

Investasi mengandung risiko.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks