Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Provinsi NTT menggelar Bootcamp UMKM Ekspor 2026 di Kupang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha menembus pasar global. Pelatihan diikuti sekitar 50 UMKM terpilih dari total 98 pendaftar, dengan materi mulai dari pemetaan pasar hingga export pitching. Kegiatan ini menjadi persiapan menuju business matching ekspor dalam Flobamorata Creative Expo 2026 pada Oktober mendatang.
KUPANG — Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM KI & Syariah KPw BI NTT Reyza Lisembina B menyatakan kesiapan menjadi eksportir harus dibangun bertahap, mulai dari kualitas produk hingga kemampuan memenuhi kebutuhan pembeli. Menurutnya, pelatihan ini membekali peserta dengan pemetaan pasar, penyusunan harga dan penawaran komersial, manajemen risiko pembayaran, komunikasi dan negosiasi bisnis, serta penguatan profil usaha, katalog produk, pemasaran digital, dan export pitching.
"Menjadi eksportir bukan proses yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi dibangun melalui kesiapan produk, ketepatan membaca pasar, konsistensi memenuhi standar, serta keberanian untuk terus belajar dan membuka jejaring baru," kata Reyza di Kupang, NTT, Kamis.
Ekspor NTT Turun 10,62 Persen pada Semester I 2026
Penguatan daya saing UMKM menjadi penting seiring perkembangan perdagangan luar negeri NTT. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor NTT pada Januari-Juni 2026 mencapai 32,03 juta dolar AS, turun 10,62 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Meski demikian, neraca perdagangan NTT masih mencatat surplus 29,78 juta dolar AS. Angka tersebut menunjukkan produk daerah tetap memiliki pangsa di pasar internasional, meski menghadapi tekanan permintaan.
Materi Pelatihan: dari Pemetaan Pasar hingga Export Pitching
Bootcamp menyasar pelaku usaha yang dinilai siap naik kelas. Dari 98 UMKM yang mendaftar, sekitar 50 UMKM terpilih mengikuti pelatihan untuk mematangkan rencana ekspor mereka.
Materi yang diberikan mencakup pemetaan pasar tujuan, penyusunan harga dan penawaran komersial, manajemen risiko pembayaran, komunikasi dan negosiasi bisnis, penguatan profil usaha, katalog produk, pemasaran digital, hingga export pitching. Peserta diharapkan memiliki target pasar, materi penawaran, dan rencana tindak lanjut yang lebih siap.
Business Matching Disiapkan di Flobamorata Creative Expo 2026
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju business matching ekspor dalam Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 pada Oktober mendatang. Forum tersebut menjadi ajang mempertemukan UMKM NTT dengan calon pembeli dari luar negeri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zet Sony Libing menilai kolaborasi BI dan Pemprov NTT penting untuk memperluas akses pasar produk unggulan daerah ke pasar internasional.
"NTT memiliki produk unggulan yang berpotensi menjangkau pasar internasional. Potensi ini perlu didukung dengan kualitas yang konsisten, kapasitas produksi yang memadai, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar tujuan," katanya.
Zet berharap penguatan kapasitas tersebut membuat UMKM NTT lebih siap membangun kemitraan usaha sekaligus menindaklanjuti peluang ekspor secara berkelanjutan. Pelatihan ini menjadi tahap awal sebelum peserta terjun langsung ke forum bisnis pada Oktober nanti.