Pencarian

Manisnya Tebu Sumba Timur: Perusahaan Grup Djarum Kelola 20 Ribu Hektare Lahan Kering, Target Jadi Pemasok Gula Nasional

Senin, 07 September 2026 • 16:30:02 WIB
Manisnya Tebu Sumba Timur: Perusahaan Grup Djarum Kelola 20 Ribu Hektare Lahan Kering, Target Jadi Pemasok Gula Nasional
Perkebunan tebu PT Muria Sumba Manis di lahan kering Sumba Timur, NTT, menargetkan produksi 1.200 ton gula kristal per hari.

Investasi agribisnis senilai Rp 9,2 triliun dari Grup Djarum mengubah wajah lahan kering di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perkebunan tebu produktif. PT Muria Sumba Manis (MSM) menargetkan produksi gula kristal mencapai 1.200 ton per hari untuk mendukung swasembada gula nasional.

KUPANG — Perkebunan tebu seluas 20 ribu hektare di Kabupaten Sumba Timur, NTT, kini menjadi motor penggerak ekonomi baru yang menyerap tenaga kerja lokal. PT Muria Sumba Manis (MSM), perusahaan milik Grup Djarum, menanamkan modal Rp 9,2 triliun dengan hak guna pakai lahan selama 30 tahun untuk menggarap kawasan semi-arid tersebut.

Pabrik pengolahan gula modern pertama di NTT itu mulai beroperasi penuh pada 2020. Kapasitas produksinya mencapai 12.000 tons cane per day (TCD) dan mampu menghasilkan 1.200 ton gula kristal putih serta gula kristal rafinasi setiap hari selama masa panen.

Rendemen Tebu Sumba Timur Tiga Kali Lipat Rata-rata Nasional

Managing Director PT MSM Budi Hediyana menyebut tebu yang ditanam di lahan kering Sumba Timur memiliki kualitas unggul. Tingkat rendemennya mencapai 21 persen, tiga kali lipat rata-rata rendemen tebu nasional.

"Potensi sinar matahari dan infrastruktur yang terus dilakukan di Pulau Sumba diharapkan bisa mempercepat investasi sehingga akan dapat menghasilkan tebu yang lebih manis dan ini akan menjadi tebu terbaik nasional, serta membantu swasembada gula nasional," kata Budi Hediyana.

Area tanam tebu tersebut berpusat di kawasan transmigrasi Melolo dan tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Umalulu, Pandawai, Kahunga Eti, Rindi, Pahunga Lodu, hingga Wula Waijelu.

Mengubah Lahan Berbatu Menjadi Perkebunan Produktif

Pengembangan perkebunan di Pulau Sumba bukan perkara mudah. Wilayah ini merupakan kawasan semi-arid dengan tekstur tanah berkapur dan berbatu, serta lapisan tanah subur yang hanya sedalam 20–30 sentimeter di atas bebatuan.

MSM memanfaatkan lahan kering tersebut menjadi area perkebunan tebu produktif melalui penerapan teknologi pertanian modern. Perusahaan yang menginduk ke PT Hartono Plantation Indonesia (HPI Agro) itu menargetkan perluasan lahan tanam hingga 10 ribu hektare pada 2031, atau bertambah sekitar 1.000 hektare setiap tahun.

SMK di Waingapu Jadi Pemasok Tenaga Kerja Terampil

Kehadiran pabrik gula turut mendorong kesiapan sumber daya manusia lokal. SMK Negeri 2 Waingapu menjalin kerja sama dengan PT MSM untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja di sektor perkebunan dan industri pengolahan gula.

Sekolah tersebut memiliki lima jurusan relevan, yakni Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP), Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Energi Surya, Hidro, dan Angin (TESHA), serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).

Pabrik gula yang dibangun menggunakan teknologi fully automatic control dan dilengkapi unit dekolorisasi. Dengan begitu, produk yang dihasilkan diharapkan mampu masuk ke pasar B2B untuk memenuhi kebutuhan gula industri dalam negeri.

Peran Strategis bagi Ekonomi Indonesia Timur

MSM menyelaraskan visi pengembangannya dengan Wawasan Indonesia 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia. Fokus perusahaan pada pembangunan ekonomi di Indonesia Timur dinilai strategis untuk mempercepat pertumbuhan dan kesejahteraan di kawasan tersebut.

Masa panen tebu berlangsung selama empat bulan setiap tahun, yakni pertengahan Juli hingga pertengahan Oktober. Pada periode itu, pabrik mengolah tebu dari lahan perkebunan milik perusahaan yang tersebar di beberapa kecamatan di Sumba Timur.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks