NUSA TENGGARA TIMUR — Kepastian ini disampaikan VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2026). Menurutnya, fluktuasi parameter pembentuk harga tidak mengubah kebijakan untuk BBM subsidi.
"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026," ujar Kitty.
Harga Pertalite dan Biosolar Saat Ini
Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter. Biosolar atau solar subsidi tetap Rp 6.800 per liter. Kedua harga itu tidak berubah sejak penetapan terakhir.
Kebijakan menahan harga BBM subsidi diambil untuk menjaga stabilitas harga energi sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah gejolak harga energi global.
Pertamax dan BBM Nonsubsidi Ikut Formula Pasar
Berbeda dengan BBM subsidi, harga Jenis BBM Umum (JBU) mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah. Kitty menyebut penyesuaian harga JBU bergantung pada pergerakan harga minyak dunia.
"Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah," terang Kitty.
Beberapa produk BBM nonsubsidi Pertamina sudah naik sejak awal September. Berikut rincian perubahannya:
- Pertamax Turbo (RON 98): dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter (1 September)
- Dexlite (CN 51): dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter (1 September)
- Pertamina Dex (CN 53): dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter (1 September)
- Pertamax Green 95 (RON 95): dari Rp 16.600 menjadi Rp 19.150 per liter (2 September)
- Pertamax (RON 92): tetap Rp 15.950 per liter, turun dari Rp 16.250 per liter
Mengapa Harga Nonsubsidi Bisa Naik-Turun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjelaskan kebijakan BBM nonsubsidi dipengaruhi pergerakan harga minyak dunia atau harga pasar. Jika harga minyak turun, harga BBM nonsubsidi ikut terkoreksi. Sebaliknya, jika harga minyak naik, harga nonsubsidi menyesuaikan.
"Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non subsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik," jelas Bahlil di Jakarta beberapa waktu lalu.
Apa Artinya bagi Konsumen dan Pelaku Usaha
Bagi rumah tangga pengguna Pertalite dan Biosolar, tidak ada perubahan biaya bahan bakar hingga akhir tahun. Kepastian ini memberi ruang perencanaan bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada solar subsidi, terutama di sektor transportasi dan logistik.
Di sisi lain, pengguna Pertamax dan produk nonsubsidi lain perlu bersiap menghadapi penyesuaian harga yang mengikuti pergerakan ICP. Kenaikan Dexlite hingga Rp 4.000 per liter dan Pertamina Dex Rp 4.050 per liter dalam satu kali penyesuaian menunjukkan besarnya paparan terhadap harga minyak dunia.
Pemerintah belum mengumumkan jadwal evaluasi harga BBM nonsubsidi berikutnya. Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah untuk JBU. Investasi mengandung risiko.