MATARAM — Rombongan Universidade Nacional Timor Lorosa'e (UNTL) disambut hangat di Lombok dalam program International Student Inbound Mobility Program (ISIMP) yang digagas KONI Pusat bersama Undikma. Kedatangan delegasi yang terdiri dari 8 mahasiswa dan dua dosen pada Selasa (1/9) itu menjadi simbol penguatan sport diplomacy Indonesia-Timor Leste di bidang pendidikan dan keolahragaan.
Kabid Media dan Humas KONI Pusat, Tirto Prima, menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis yang tidak sekadar menyehatkan tubuh, tetapi juga menjadi instrumen membangun nasionalisme dan hubungan masyarakat lintas negara.
Olahraga sebagai Jembatan Persaudaraan Dua Negara
Menurut Tirto, diplomasi melalui olahraga diharapkan mampu mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste dengan semangat persahabatan. Ia menjelaskan bahwa olahraga menyatukan semua manusia tanpa memandang latar belakang, sehingga menjadi sarana efektif untuk membangun persatuan.
"Olahraga bukan hanya sekadar kegiatan yang menyehatkan, tapi juga terkait dengan nasionalisme dan Sport Diplomacy yang kita lakukan," ujar Tirto dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID pada Jumat (4/9).
Program ISIMP sendiri merupakan bentuk nyata komitmen Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, dalam membangun hubungan positif antarnegara. Selama berada di Lombok, delegasi Timor Leste tidak hanya mengikuti kegiatan olahraga, tetapi juga agenda pendidikan dan diskusi pengembangan kerja sama bersama civitas akademika Undikma.
Timor Leste Anggap Indonesia Keluarga Sendiri
Direktur Departemen Olahraga UNTL, Joao Dias Pereira, menyambut baik inisiatif diplomasi olahraga yang dilakukan Indonesia. Ia menilai program ini sebagai langkah strategis untuk membangun dua negara secara bersama-sama.
"Kita anggap Indonesia keluarga, soalnya kita sekarang membangun hubungan bilateral dari berbagai aspek dengan tujuan bagaimana kita bisa membangun dua negara," kata Joao.
Joao menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga membuka ruang bagi kedua negara untuk saling membantu berkembang. Senada dengan itu, dosen UNTL Gaspar Amaral mengaku mendapat pengalaman positif selama berada di Indonesia karena mendapatkan sambutan yang hangat.
"Itu suatu penghormatan untuk kami karena kami diterima dengan sangat baik. Bagi saya Timor Leste dan Indonesia sebagai saudara sendiri," ucap Gaspar.
Target Implementasi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
Tirto Prima mengapresiasi dukungan penuh Undikma yang bertindak sebagai tuan rumah kegiatan diplomasi olahraga tersebut. Ia menilai keramahan dan sambutan yang diberikan kepada delegasi Timor Leste mencerminkan semangat persaudaraan yang ingin dibangun.
"Kami bangga dengan Undikma karena telah menjadi tuan rumah yang baik, begitu hangat dalam menyambut saudara-saudara kita dari Timor Leste," ujar Tirto.
Meski demikian, Tirto berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial belaka. KONI Pusat mendorong agar perjanjian yang telah disepakati menghasilkan implementasi nyata yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua negara.
"Semoga perjanjian yang dilakukan tidak hanya sekadar kertas namun ada implementasi nyata yang memberikan dampak positif," kata Tirto menambahkan.
Program ISIMP menjadi salah satu wujud nyata peran olahraga dalam memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dengan negara tetangga, sejalan dengan upaya pemerintah membangun citra positif di kancah internasional melalui jalur non-politik.