KUPANG — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima kunjungan studi banding mahasiswa pascasarjana Universidade da Paz (UNPAZ) Timor Leste untuk mempelajari praktik penanganan stunting, ketahanan pangan, dan gizi di NTT. Gubernur Melki Laka Lena menegaskan penanganan stunting tidak bisa hanya menjadi tugas sektor kesehatan, melainkan butuh keterlibatan berbagai pihak. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penguatan kerja sama kedua wilayah yang berbatasan darat tersebut.
KUPANG — Sebanyak puluhan mahasiswa pascasarjana Universidade da Paz (UNPAZ) Timor Leste melakukan studi banding ke Nusa Tenggara Timur dengan fokus kajian ketahanan pangan dan gizi. Rombongan tersebut diterima langsung oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Kamis.
Kunjungan ini digagas untuk mempelajari berbagai praktik baik dan solusi yang telah dikembangkan pemerintah daerah di NTT dalam mempercepat penurunan angka stunting. Isu ini menjadi perhatian serius kedua negara karena faktor penyebabnya yang kompleks dan saling berkaitan.
Stunting Bukan Sekadar Urusan Sektor Kesehatan
Gubernur Melki Laka Lena mengungkapkan bahwa persoalan stunting sangat dipengaruhi oleh banyak aspek kehidupan masyarakat. Ia merinci faktor-faktor tersebut mulai dari sanitasi, kondisi lingkungan, rumah layak huni, hingga tingkat pendidikan dan ekonomi keluarga.
"Penanganan stunting tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena persoalan tersebut berkaitan dengan banyak aspek kehidupan masyarakat," kata Melki di Kupang, Kamis.
Selain itu, pengetahuan keluarga mengenai gizi serta pola pengasuhan anak menjadi variabel penting yang kerap luput dari intervensi. Karena itu, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas negara untuk menuntaskan masalah ini.
"Kita pasti ke depan akan berurusan dan bekerja sama di berbagai bidang," ujar Gubernur Melki.
Data Nama dan Alamat Jadi Kunci Intervensi
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Melki menyoroti pentingnya penggunaan data yang akurat di lapangan. Data berdasarkan nama dan berdasarkan alamat dinilai krusial agar program intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran kepada anak dan keluarga yang paling membutuhkan.
NTT sendiri dinilai memiliki berbagai inovasi penanganan stunting yang dikembangkan oleh masing-masing pemerintah daerah sesuai karakteristik wilayahnya. Praktik baik ini, menurut Gubernur, dapat menjadi bahan pembelajaran dan dipertukarkan dengan Timor Leste.
Sebelum bertemu Gubernur, rombongan UNPAZ telah mengunjungi sejumlah instansi teknis. Mereka sempat singgah ke Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, fasilitas kesehatan, hingga Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk mendalami pengembangan pangan lokal dan pemanfaatan lahan kering.
Ikatan Persaudaraan dan Peluang Pertukaran Mahasiswa
Wakil Rektor Program Magister dan Doktoral UNPAZ Timor Leste, Dr. Martinus Nahak Lino, menyebut kunjungan ini merupakan langkah memperkuat hubungan kedua pihak. Ia menegaskan semangat kebersamaan yang ingin dibangun meskipun berbeda negara.
"Kita punya ikatan persaudaraan yang tinggi. Kita ingin maju bersama meskipun berbeda negara," katanya.
Kerja sama antara UNPAZ dan Undana sejatinya telah berlangsung sejak 2004 dan difasilitasi oleh PERGIZI PANGAN NTT yang diketuai Prof. Dr. Intje Picauly. Studi banding mahasiswa pascasarjana ini merupakan kegiatan rutin yang kini memasuki tahun kedua dengan fokus pada ketahanan pangan dan gizi.
Peluang pengembangan kerja sama pendidikan turut mengemuka dalam pertemuan itu. Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik rencana pertukaran mahasiswa dengan Poltekkes Kemenkes Kupang, khususnya Program Studi Gizi, untuk memperkuat pembelajaran mengenai pengolahan pangan lokal dan penanganan masalah gizi.
"Saya akan bantu untuk memastikan semua kesepakatan dapat dilaksanakan dengan baik," kata Gubernur Melki menegaskan komitmennya.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan serta komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama antara NTT dan Timor Leste di masa mendatang.