ENDE — Tujuh kepala keluarga di Dusun Worowatu, Desa Timbazia, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan di tenda darurat pascagempa. Mereka menempati tenda sederhana berbahan terpal, bambu, dan baliho bekas yang kondisinya memprihatinkan.
Di lokasi pengungsian, tidak terlihat tenda milik pemerintah yang dibangun untuk warga. Tenda darurat yang ada tampak bolong di beberapa sisi, bahkan tidak memiliki pintu yang bisa dibuka atau ditutup.
Terpal Berlubang, Warga Basah Kena Embun Setiap Malam
Melania, salah satu pengungsi, mengaku setiap malam harus berjuang melawan suhu dingin yang menusuk. Kondisi ini diperparah dengan rembesan air embun yang masuk melalui lubang-lubang di atap terpal.
"Dingin sekali. Baru air embun ini, terpal ini bocor semua di atas ini bolong. Kami tidur malam dengan air embun semua," ujarnya di posko pengungsian, Rabu (26/8/2026).
Ia mengaku trauma untuk kembali ke rumahnya yang sebagian rusak akibat gempa. Apalagi, ia harus menjaga bayi yang masih balita di tengah kondisi darurat ini.
"Kami buat posko di lapangan sini. Kami mau balik lagi ke rumah takut masih trauma. Apalagi dengan anak bayi," kata Melania.
Stok Beras Menipis, Warga Belum Berani Cari Makan
Selain masalah tempat tinggal, warga pengungsian juga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Bantuan sembako dari pemerintah maupun yayasan rumah tanpa dinding disebut hampir habis.
Melania mengaku belum berani meninggalkan lokasi pengungsian untuk mencari makanan karena masih dilanda ketakutan pascagempa. Ia berharap pemerintah segera turun tangan menyalurkan bantuan.
"Beras kami mau habis. Mau pergi cari makanan tapi masih trauma. Terpaksa kami ini tinggal terus di sini. Jadi sekarang masih bertahan di tenda pengungsian," tuturnya.
Bantuan yang Paling Dibutuhkan: Terpal, Selimut, dan Makanan
Melania menyampaikan secara spesifik kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Ende. Ia berharap bantuan logistik dapat segera dikirim ke lokasi pengungsian untuk meringankan beban para korban.
"Yang masih dibutuhkan ini terpal, selimut, makanan," ucap dia.