Pencarian

Telkom Pangkas Anak Usaha dari 67 Jadi 19 Perusahaan, Target Rampung 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 • 15:03:01 WIB
Telkom Pangkas Anak Usaha dari 67 Jadi 19 Perusahaan, Target Rampung 2026
Telkom Indonesia menargetkan penyederhanaan jumlah anak usaha dari 67 menjadi 19 perusahaan hingga 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Langkah korporasi ini diumumkan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji, di sela Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (26/8/2026). Ia menegaskan proses streamlining sudah berjalan jauh dan akan berlanjut hingga mencapai target akhir 19 anak usaha.

Target 19 Anak Usaha dan Kompleksitas Restrukturisasi

Seno mengakui penyederhanaan struktur bukan pekerjaan mudah. Tingkat kompleksitas dan dinamika yang tinggi membuat sebagian proses kemungkinan masih berlanjut hingga tahun depan.

"Dari 67 per Juni kemarin sudah tinggal 48. Target kita mudah-mudahan akhir tahun ini lebih banyak lagi, sehingga kita bisa mencapai target 19," ujarnya.

Perampingan ini dibarengi proses delayering atau penyederhanaan lapisan organisasi. Salah satu langkah konkretnya adalah carve-out InfraNexia, yang proses pemindahannya sudah sekitar 50 persen selesai pada Desember lalu. Tahap berikutnya ditargetkan rampung akhir September 2026, diikuti proses serupa pada bisnis enterprise.

Tanpa PHK, Fokus pada Budaya Perusahaan

Kekhawatiran mengenai dampak restrukturisasi terhadap tenaga kerja langsung dijawab tuntas. Seno menegaskan proses streamlining tidak akan dilakukan melalui PHK.

"Enggak ada. Kita enggak boleh layoff," tegasnya.

Justru tantangan terbesar dalam proses perampingan ada pada budaya perusahaan dan kepentingan berbagai pihak yang terlibat. Telkom disebut terus berkomunikasi dengan anak usaha dan pemangku kepentingan agar transformasi berjalan sesuai target.

Menuju Struktur Strategic Holding

Perampingan ini merupakan bagian dari langkah Telkom bertransformasi menjadi strategic holding. Nantinya, Telkom sebagai induk akan lebih fokus pada strategi, kebijakan, dan tata kelola portofolio, sementara operasional bisnis dijalankan melalui pilar-pilar di bawahnya.

Dengan struktur baru ini, Telkom menargetkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan alokasi sumber daya yang lebih efisien di tengah persaingan industri telekomunikasi dan digital yang kian ketat. Investor dan pelaku bisnis akan memantau bagaimana pilar-pilar bisnis baru ini berkontribusi terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan ke depan.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks