NUSA TENGGARA TIMUR — Manajemen Avian menyampaikan penerimaan dividen interim tersebut melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/8/2026). Dalam pernyataan resminya, korporasi menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Kinerja Keuangan AVIA Masih Tumbuh Dua Digit
Arus kas masuk dari anak usaha ini menyertai momentum pertumbuhan bisnis AVIA yang solid hingga Juni 2026. Perseroan membukukan laba bersih senilai Rp938,42 miliar, meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan profitabilitas tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan yang signifikan. Sepanjang semester I-2026, AVIA mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,59 triliun, atau tumbuh 18,2 persen secara tahunan (year on year).
Fungsi Anak Usaha bagi Holding Emiten Cat
PT Tirtakencana Tatawarna merupakan entitas anak yang hampir seluruh sahamnya dimiliki oleh AVIA. Sebagai induk usaha, AVIA mengonsolidasikan kinerja anak perusahaannya dalam laporan keuangan tahunan, sehingga pembagian dividen dari entitas anak menjadi salah satu sumber pendapatan bagi holding.
Kebijakan dividen interim dari anak usaha ini lazim dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kas yang menganggur di tingkat entitas anak, sekaligus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham induk perusahaan.
Prospek Industri Cat di Tengah Ekspansi
Pertumbuhan penjualan AVIA yang mencapai dua digit mencerminkan permintaan yang masih sehat di sektor cat dan pelapis, baik dari segmen properti maupun industri. Dengan kondisi fundamental yang solid, kemampuan perseroan untuk terus membagikan dividen kepada pemegang saham diperkirakan tetap terjaga.
Keputusan manajemen untuk menarik dividen dari anak usaha juga menjadi sinyal positif bagi investor terkait arus kas internal yang kuat, tanpa perlu bergantung pada pendanaan eksternal untuk kebutuhan operasional.