Pencarian

Review Even Realities G2: Kacamata Pintar Tanpa Kamera, Fokus ke Produktivitas Bukan Rekaman

Minggu, 12 Juli 2026 • 11:06:31 WIB
Review Even Realities G2: Kacamata Pintar Tanpa Kamera, Fokus ke Produktivitas Bukan Rekaman
Kacamata pintar Even Realities G2 hadir tanpa kamera, fokus pada produktivitas pengguna.

NUSA TENGGARA TIMUR — Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah eksekutif teknologi menyebut kacamata sebagai antarmuka konsumen berikutnya. Even Realities, perusahaan yang berbasis di China, mengambil pendekatan berbeda dari Meta atau Google dengan menghilangkan kamera dan speaker dari produknya. Alih-alih merekam, kacamata G2 fokus pada fitur produktivitas seperti penerjemahan langsung, petunjuk arah, dan transkrip rapat yang ditampilkan di layar tembus pandang berwarna hijau neon.

Spesifikasi Utama

  • Bobot: 35 gram — sangat ringan untuk dipakai seharian.
  • Material: Frame magnesium alloy, lengan (temples) titanium alloy.
  • Layar: Heads-up display monokrom hijau, kecerahan 1.200 nit (naik dari 1.000 nit pada G1), refresh rate 60Hz (dari 20Hz di G1), area tampilan 75% lebih besar.
  • Mikrofon: Empat buah (naik dari dua di G1).
  • Baterai: Klaim hingga dua hari pemakaian normal. Casing pengisi daya bisa mengisi ulang kacamata hingga tujuh kali sebelum perlu dicharge sendiri.
  • Konektivitas: Bergantung penuh pada ponsel lewat aplikasi Even Realities.

Fitur Unggulan: Penerjemahan dan Transkrip Real-time

Fitur paling menonjol adalah Translate dan Conversate. Dengan Translate, pengguna bisa mengatur bahasa target dan berbincang dengan lawan bicara. Saat di Global Connect Show (GCS) di China, penulis bisa mengikuti percakapan berbahasa Mandarin, Prancis, dan Spanyol berkat fitur ini. Kekurangannya, lawan bicara tidak bisa melihat terjemahan kecuali mereka juga membuka aplikasi Even Realities.

Fitur Conversate awalnya hanya menampilkan transkrip langsung di kacamata. Setelah pembaruan, fitur ini kini bisa menampilkan "prep notes" — pengguna bisa menambahkan catatan sebelum rapat, lalu AI akan merujuknya saat percakapan berlangsung. Contohnya, saat briefing tentang energi, muncul gelembung informasi "Green Hydrogen" yang bisa diketuk untuk menampilkan definisi langsung di depan mata.

Fitur Navigate menampilkan petunjuk arah belokan demi belokan di layar. Sayangnya, fitur ini tidak kompatibel dengan Google Maps atau Apple Maps — pengguna harus memasukkan rute lewat aplikasi Even Realities. Saat diuji, aplikasi kerap salah membaca alamat, sehingga kurang bisa diandalkan untuk tempat yang belum dikenal. Namun, fitur ini berpotensi berguna bagi pesepeda atau pengendara motor jika akurasinya diperbaiki.

Hal yang Disukai

Bobot 35 gram membuat G2 nyaman dipakai berjam-jam. Lensa sudah memiliki perlindungan UV, jadi tetap berguna sebagai kacamata biasa di luar ruangan. Baterai bertahan cukup lama — penulis tidak pernah kehabisan daya selama pemakaian, dan casing pengisi daya yang solid menyediakan cadangan hingga tujuh kali pengisian penuh.

Kualitas layar meningkat signifikan dari G1. Kecerahan 1.200 nit membuat teks hijau tetap terbaca di berbagai kondisi cahaya, termasuk di luar ruangan. Refresh rate 60Hz juga membuat pergerakan teks lebih mulus.

Hal yang Kurang

Konektivitas dengan ponsel adalah kelemahan terbesar. Selama beberapa bulan pemakaian, kacamata sering terputus dari aplikasi — hampir membuat penulis menyerah. Setelah beberapa pembaruan aplikasi, masalah ini membaik, tapi masih belum sepenuhnya stabil.

Notifikasi ponsel yang muncul di kacamata tidak selalu dapat diandalkan. Karena ponsel biasanya sudah dalam jangkauan, fitur ini terasa kurang berguna. Casing pengisi daya juga berukuran besar — tidak bisa dimasukkan ke saku.

Fitur Navigate yang bergantung pada aplikasi sendiri, bukan Google atau Apple Maps, menjadi keterbatasan besar. Akurasi alamat masih perlu banyak perbaikan.

Performa Nyata

Penerjemahan bahasa bekerja cukup baik untuk percakapan dasar. Penulis bisa mengikuti demo produk berbahasa Mandarin di GCS tanpa kesulitan berarti. Fitur transkrip rapat dengan "prep notes" adalah tambahan yang benar-benar berguna — terutama saat rapat teknis dengan banyak istilah asing.

Namun, ketergantungan penuh pada koneksi ponsel membuat pengalaman terasa kurang mulus. Jika koneksi terputus di tengah rapat, kacamata kehilangan sebagian besar fungsinya.

Kesimpulan: Cocok untuk Siapa?

Even Realities G2 bukan untuk semua orang. Kacamata ini paling cocok untuk profesional yang sering rapat, presentasi, atau bepergian ke negara dengan bahasa berbeda — dan yang tidak keberatan membawa ponsel sebagai "otak" dari perangkat ini. Dengan banderol harga premium (belum diumumkan resmi untuk Indonesia, diperkirakan di atas Rp 10 jutaan), G2 adalah alat produktivitas khusus, bukan pengganti smartphone atau perangkat konsumen massal.

Bagi yang mencari kacamata pintar dengan kamera untuk merekam momen, Meta Ray-Ban Stories atau produk serupa mungkin lebih sesuai. Tapi jika prioritas Anda adalah tetap fokus pada pekerjaan tanpa merekam orang di sekitar, Even Realities G2 menawarkan pendekatan yang unik dan — setelah pembaruan aplikasi — mulai layak dipertimbangkan.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks