KUPANG — Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Konsumen terbaru untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 124,33. Angka ini memang turun dari posisi 131,67 pada Mei 2026, namun masih kokoh di zona optimistis.
Indeks Ekonomi Saat Ini Melambat, Tapi Daya Beli Barang Tahan Lama Justru Naik
Penurunan IKK terutama dipicu oleh melemahnya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) turun dari 122,00 menjadi 117,33. Responden menilai penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja sedikit melambat dalam sebulan terakhir.
Namun, ada sinyal menarik dari sisi belanja. Komponen pembelian barang tahan lama (durable goods) justru menunjukkan peningkatan. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat masih memiliki daya beli untuk barang bernilai investasi rumah tangga, seperti elektronik atau furnitur.
Ekspektasi Enam Bulan ke Depan Tetap Positif, Meski Lebih Moderat
Optimisme warga NTT tidak hanya soal hari ini. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk enam bulan mendatang tercatat di level 131,33. Meski turun dari 141,33 pada Mei 2026, angka ini masih menunjukkan keyakinan bahwa prospek kegiatan usaha, pendapatan, dan peluang kerja akan tumbuh.
Moderasi pada IEK ini menunjukkan masyarakat mulai menyesuaikan ekspektasi mereka dengan dinamika ekonomi yang ada. Mereka masih optimistis, namun tidak lagi seagresif bulan sebelumnya.
Belanja Harian Masih Dominasi Alokasi Pendapatan Rumah Tangga
Survei BI juga mengupas bagaimana warga NTT membelanjakan uangnya. Sebanyak 58,26 persen dari total pendapatan responden dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Sisanya, 22,24 persen ditabung dan 19,50 persen digunakan untuk membayar cicilan atau pinjaman.
Proporsi ini mencerminkan pola keuangan rumah tangga yang cukup sehat. Konsumsi tetap menjadi motor utama aktivitas ekonomi, namun ada upaya menjaga ketahanan finansial melalui tabungan di tengah ketidakpastian.
Secara keseluruhan, BI menilai bahwa meski sejumlah indikator melambat, keyakinan konsumen di NTT masih cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka pendek.