KUPANG — Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B Kale, mengungkapkan bahwa 88,08 persen wisman masuk melalui empat PLBN utama: Mota Ain, Motamasin, Wini, dan Napan. Sisanya, 11,88 persen melalui pintu udara dan hanya 0,04 persen melalui jalur laut. Data ini dirilis BPS di Kupang, Kamis (18/6/2026).
Tiga Negara Asal Wisman Terbanyak
BPS mencatat tiga negara penyumbang wisman terbesar ke NTT pada Mei 2026 adalah Timor Leste, Malaysia, dan warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di luar negeri. Dominasi Timor Leste memperkuat posisi PLBN sebagai gerbang utama pariwisata regional.
"Berdasarkan pintu masuk, wisatawan mancanegara terbanyak masuk ke NTT melalui pintu darat," ujar Matamira dalam keterangan resmi.
Wisatawan Nusantara Juga Meningkat
Tak hanya wisman, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke NTT pada Mei 2026 mencapai 866.925 perjalanan. Angka ini naik 7,36 persen dibandingkan April 2026 dan meningkat 5,63 persen secara tahunan. Menariknya, 91,11 persen wisnus justru berasal dari dalam Provinsi NTT sendiri.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) tercatat 7.045 perjalanan, naik 14,59 persen secara bulanan dan 16,70 persen secara tahunan.
Tingkat Hunian Hotel: Manggarai Barat Tertinggi
BPS juga mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di NTT pada Mei 2026 mencapai 46,02 persen. Angka ini naik 12,30 persen dibandingkan April 2026 dan meningkat 7,49 persen secara tahunan. TPK hotel bintang tertinggi tercatat di Kabupaten Manggarai Barat sebesar 60,95 persen, disusul Sumba Barat dan Sumba Timur.
Adapun TPK hotel nonbintang mencapai 18,02 persen, naik 4,25 persen secara bulanan dan meningkat 10,35 persen secara tahunan. Data ini mengindikasikan pemulihan sektor pariwisata NTT yang terus berlanjut sepanjang 2026.