NUSA TENGGARA TIMUR — PAMA menegaskan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui program yang berjalan sejak tahun lalu. SRGS Division Head PAMA, TH Puguh Sasetyo, mengungkapkan bahwa perusahaan berkolaborasi dengan puskesmas dan pemerintah daerah untuk menuntaskan kasus-kasus yang ada.
"Secara nasional kami memiliki target menyelesaikan sekitar 500 hingga 600 kasus stunting di berbagai daerah operasional. Alhamdulillah target tahun ini pada dasarnya sudah tercapai hingga nol kasus. Kalaupun nanti muncul kasus stunting baru, kami akan terus melanjutkan program ini," ujar Puguh di Jakarta, Selasa (30/6).
Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang juga mencakup pemberdayaan penyandang disabilitas dan pembangunan rumah singgah. Puguh menambahkan, seluruh inisiatif tersebut dirancang selaras dengan program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat.
Apresiasi untuk Garda Terdepan Kesehatan
PAMA Healthy Awards 2026 menjadi ajang tahunan yang memberikan penghargaan kepada tiga kategori: Posyandu Unggul, Kader Tangguh, dan Kreasi Pangan Bergizi. Direktur PAMA, Abdul Nasir Maksum, menyebut penghargaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya membangun budaya hidup sehat dari lingkungan keluarga.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan apresiasi kepada para kader posyandu, para ibu, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga kesehatan ibu dan anak. Kami meyakini bahwa apabila kita ingin memiliki generasi masa depan yang sehat dan berkualitas, maka upaya tersebut harus dimulai sejak sekarang," kata Abdul Nasir.
Ia menekankan posyandu memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi gizi, pola asuh, dan tumbuh kembang anak. PAMA berkomitmen memperkuat dukungan terhadap posyandu melalui pembinaan berkelanjutan.
Kolaborasi yang Berbuah Nyata
Kepala Puskesmas Pembantu Jatinegara, dr. Farida Sulistyawati, mengapresiasi kontribusi PAMA dalam meningkatkan status gizi balita. Menurutnya, persoalan gizi membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya sektor kesehatan.
"Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi dan kepedulian PT Pamapersada terhadap kesehatan balita. Kami sangat terbantu dengan dukungan PAMA dalam berbagai upaya peningkatan gizi balita sehingga dapat mencegah kondisi yang lebih serius, yaitu stunting," ujar dr. Farida.
Lurah Jatinegara, Faqieh Insani, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan dunia usaha telah menurunkan angka stunting secara signifikan di wilayahnya. "Alhamdulillah, berkat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan PT PAMA, angka stunting di wilayah kami mengalami penurunan yang sangat signifikan," katanya.
Inovasi Posyandu Pemenang
Posyandu RW 09 Kelurahan Jatinegara berhasil menyabet Juara 1 kategori Posyandu Unggul. Kader posyandu setempat, Rahma, mengaku tidak menyangka bisa unggul di tengah persaingan ketat.
"Alhamdulillah kami cukup tidak menyangka bisa menjadi juara karena pesaing dari RW lain juga sangat bagus. Dengan kader-kader yang baru kami semakin kompak dan mendapat bimbingan dari kelurahan serta puskesmas," tuturnya.
Posyandu RW 09 memiliki program inovatif seperti Pojok Gulali (Grup Upaya Literasi dan Aktivitas) untuk meningkatkan literasi anak sejak dini, serta Permen Manis (Program Reward Mengasuh Anak Sehat dan Harmonis) yang memberikan penghargaan bagi ibu dan balita yang rutin mengikuti kegiatan posyandu selama setahun. "Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan posyandu," pungkas Rahma.