NUSA TENGGARA TIMUR — Forum yang digelar di Hotel Renaissance Bali, Uliwatu, ini mempertemukan tokoh lintas negara, agama, budaya, dan akademisi. Mereka membahas masa depan peradaban dunia yang damai, adil, dan berkelanjutan di tengah meningkatnya persaingan hegemoni serta dominasi ekonomi dan teknologi.
Lima Agenda Megawati untuk Keberlanjutan Peradaban
Dalam sambutan yang dibacakan Gubernur Koster, Megawati menyoroti kondisi global yang kian diwarnai konflik bersenjata, ketidakadilan, hingga dominasi informasi. "Bali merupakan cerminan harmoni antara alam, spiritualitas, budaya, dan keramahan masyarakat yang menjadi wajah peradaban Indonesia di mata dunia," tulis Megawati dalam sambutannya.
Ia menekankan filosofi Tri Hita Karana yang mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta, dinilai sangat relevan dengan tema forum. Berangkat dari pengalaman Indonesia sebagai bangsa majemuk, Megawati mengajukan lima agenda: membangun regulasi global berkeadilan, memperkuat PBB, mereformasi sistem keuangan global, mengembangkan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan, serta memperkuat sistem kebudayaan melalui pendidikan dan kesehatan.
Hukum Hati Nurani Vs Benturan Peradaban
Ketua Yayasan Prajna Harmonis, Kasino, dalam sambutannya mengingatkan pesan Megawati pada forum sebelumnya. "Dunia yang setara dan bermartabat tidak boleh dipimpin oleh hukum rimba, melainkan oleh hukum hati nurani," kata Kasino mengutip pernyataan Megawati.
Menurut Kasino, teori benturan peradaban lahir dari sejarah panjang persaingan dan dominasi antarmanusia. Padahal, hukum yang sesungguhnya bekerja di alam semesta adalah hukum harmoni yang menjaga keseimbangan dan kerja sama. Forum ini diharapkan menjadi ruang menyumbangkan gagasan demi membangun peradaban dunia yang lebih damai dan bermartabat.
Pesan Bung Karno untuk Generasi Muda
Menutup sambutannya, Megawati mengutip pesan Proklamator RI Soekarno bahwa internasionalisme tidak dapat tumbuh tanpa berakar pada nasionalisme. Kecintaan kepada tanah air harus berjalan seiring dengan tanggung jawab membangun dunia yang lebih baik, berlandaskan kesetaraan, kemanusiaan, dan keadilan.
Megawati mengajak generasi muda di seluruh dunia menjadi pembangun jembatan persaudaraan, bukan tembok pemisah. Forum bertema "Harmony in Diversity, Human Fraternity" ini disebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI periode 2019-2024, Mahfud MD.