NUSA TENGGARA TIMUR — Kepergian Bojan Hodak dari Persib Bandung meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi manajemen klub. Umuh Muchtar mengaku sempat mencium tanda-tanda kepergian, namun tak menyangka makan malam usai perayaan juara berubah menjadi perpisahan yang mengharukan.
Berkaca-kaca di Depan Umuh Muchtar
"Dia sampai seperti berkaca-kaca bicara dengan saya. Mungkin dia tidak berani untuk menyampaikan mundur," kata Umuh dikutip dari Detik Jabar.
Menurut Umuh, ia sempat melihat perubahan sikap dari Bojan sebelumnya. Namun ia memilih berpikir positif. "Saya tidak kepikiran, ya tapi sudah ada tanda-tanda. Saya berpikir positif seperti itu. Rasanya tidak mungkin gitu pikiran saya," ucapnya.
Keputusan Pribadi, Bojan Tetap Jadi Penasihat
Keputusan Bojan Hodak mundur disebut berkaitan dengan urusan pribadi. Meski begitu, pelatih berusia 53 tahun itu masih memiliki peran di Persib sebagai penasihat tim.
"Setelah memanggil, memberi tahu, ya saya kaget. Sebelum pulang dibahas kemarin. Semua lihat, kenapa Bojan kelihatan seperti menangis saja dengan saya," ucap Umuh menambahkan.
Warisan Bojan Hodak untuk Maung Bandung
Umuh mengaku sulit percaya sang pelatih memilih pergi. Kontribusi besar Bojan untuk Maung Bandung, termasuk prestasi juara, menjadi bukti nyata kerja kerasnya.
Kepergian ini menutup era singkat namun gemilang Bojan di Persib. Manajemen klub kini harus bergerak cepat mencari pengganti untuk mempertahankan performa tim di kompetisi mendatang.