NUSA TENGGARA TIMUR — Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol diwarnai insiden kontroversial pada menit-menit akhir waktu normal. Enzo Fernandez, yang tampil sebagai pemain pengganti, mendapat kartu merah langsung setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran kerasnya terhadap bek muda Spanyol, Pau Cubarsi, di area pertahanan sendiri.
Tekel Konyol di Momen Krusial
Wasit Slavko Vincic awalnya memberikan kartu kuning kedua kepada Fernandez untuk pelanggaran tersebut. Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui monitor, sang pengadil asal Slovenia itu mengubah keputusan menjadi kartu merah langsung. Fernandez terlihat menendang kaki Cubarsi dengan telak saat bola sudah jauh, sebuah aksi yang disebut komentator sebagai "salah satu tekel paling mengerikan" di sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kartu kuning pertama Fernandez diterimanya pada menit ke-84 karena melakukan protes keras. Hanya berselang enam menit, ia kembali melakukan pelanggaran bodoh yang membuat Argentina harus bertahan dengan 10 orang di fase krusial pertandingan.
Dominasi Spanyol, Messi Tak Berkutik
Sebelum insiden kartu merah, laga babak kedua sepenuhnya dikuasai Spanyol. La Roja menggempur pertahanan Argentina dengan serangkaian peluang emas, namun belum satu pun berbuah gol. Marc Cucurella nyaris mencetak gol setelah lolos dari jebakan offside, tetapi sepakannya masih bisa diblok pemain Argentina di garis gawang.
Statistik menunjukkan betapa tim asuhan Luis de la Fuente mendominasi. Hingga menit ke-70, Argentina tercatat sama sekali belum melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang. Lionel Messi dan kawan-kawan bahkan hanya sekali menyentuh bola di kotak penalti Spanyol sepanjang laga. ITV sempat menyoroti fakta bahwa Argentina belum mencatatkan satu pun percobaan tembakan hingga menit ke-65.
Drama Extra Time dan Kartu Kuning Paredes
Argentina juga hampir dihukum lebih awal karena ulah Leandro Paredes. Gelandang tersebut mendapat kartu kuning karena terus-menerus mendorong pemain Spanyol tepat di depan mata wasit. Ian Wright, legenda Arsenal yang menjadi pengamat, sempat mengkritik standar kepemimpinan wasit Vincic saat jeda babak pertama.
Spanyol mendapatkan dua tendangan bebas beruntun di sudut kotak penalti Argentina pada menit ke-70, namun gagal memanfaatkannya. Lamine Yamal nyaris menjadi pahlawan di masa injury time setelah tendangan bebasnya mengancam gawang Emi Martinez, namun kiper Aston Villa itu mampu mengamankan bola.
Dengan skor masih 0-0, laga final Piala Dunia 2026 kini memasuki babak extra time. Argentina harus bermain dengan 10 pemain tanpa Enzo Fernandez, sementara Spanyol memiliki keunggulan jumlah pemain untuk memecah kebuntuan.