KUPANG — Kebakaran melanda sebuah panti asuhan di wilayah hukum Polsek Kota Raja pada Jumat pagi. Seluruh bangunan beserta isinya hangus terbakar, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Kota Raja AKP Frids Mada mengonfirmasi bahwa 20 penghuni panti, termasuk anak-anak, balita, dan seorang bayi, berhasil keluar dari lokasi kebakaran. "Dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material," kata Frids, Jumat (15/5/2026).
Evakuasi Berlangsung Cepat Berkat Warga Sekitar
Warga sekitar menjadi garda terdepan dalam proses evakuasi. Mereka bergerak cepat menyelamatkan para penghuni panti sebelum api membesar dan meluluhlantakkan bangunan.
Setelah seluruh penghuni dinyatakan aman, mereka langsung ditampung sementara di Kantor Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur. Belum ada keterangan resmi mengenai rencana relokasi atau penampungan jangka panjang bagi para korban selamat.
Dua Unit Damkar Dikerahkan, Api Dipadamkan dalam Hitungan Jam
Tim Pemadam Kebakaran Kota Kupang tiba di lokasi setelah menerima laporan dari warga. Dua unit mobil pemadam kebakaran dan tiga tangki penyuplai air dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Api berhasil dipadamkan setelah beberapa jam. Namun, seluruh bangunan panti asuhan beserta seluruh isinya sudah tidak dapat diselamatkan. Kerugian material masih dalam pendataan petugas.
Polisi Olah TKP, Korsleting Listrik Jadi Dugaan Awal
Polisi dari Polresta Kupang Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) begitu api padam. Tim identifikasi mengumpulkan barang bukti dan memeriksa titik awal api untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Kami dengan tim Polresta Kupang Kota melakukan olah TKP. Kami lakukan penyelidikan dahulu, dan hasilnya akan segera disampaikan," ujar Frids.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting arus pendek listrik. Namun, polisi masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya.