NUSA TENGGARA TIMUR — Dodge kembali mengejutkan pasar otomotif dengan mempertahankan Durango Hellcat untuk model tahun 2026. Padahal, model ini awalnya dirancang hanya sebagai edisi satu tahun saja. Faktanya, SUV berbasis platform WK2 yang sudah berusia 15 tahun ini justru semakin laris dan kini hadir dengan opsi paket "Jailbreak" yang membuka ribuan kemungkinan konfigurasi.
Platform Tua, Performa yang Masih Menggigit
Jantung pacunya tidak berubah: mesin Hemi V8 6.2 liter supercharged yang menghasilkan tenaga 710 hp dan torsi 645 lb-ft. Tenaga ini disalurkan ke semua roda melalui transmisi otomatis delapan percepatan buatan ZF. Pabrikan mengklaim akselerasi 0-60 mph (0-96 km/jam) hanya dalam 3,5 detik, dengan waktu quarter-mile 11,5 detik dan kecepatan tertinggi 180 mph.
Saya sempat menjajalnya selama tujuh hari di Detroit. Suara mesinnya menggelegar, terutama saat cold start atau ketika pedal gas diinjak penuh. Raungan supercharger terdengar jelas setiap kali mesin bekerja keras. Di jalan bebas hambatan, kabin terasa berdengung pada kecepatan dan putaran mesin tertentu, tapi itu semua bagian dari karakter mobil ini.
Handling dan Kenyamanan yang Tak Terduga
Yang mengejutkan, sasis WK2 yang sudah tua ini masih terasa fantastis. Suspensi semi-adaptifnya kokoh namun tidak pernah kasar, bahkan saat melintasi aspal Midwest yang rusak sekalipun. SUV seberat 5.575 pon ini tetap nyaman dipakai harian, meski konsumsi bahan bakarnya jauh dari kata efisien.
EPA mencatat angka 12 mpg (sekitar 5 km/liter) di dalam kota, 17 mpg (7,2 km/liter) di jalan tol, dan 13 mpg (5,5 km/liter) untuk kombinasi. Selama 307 mil pengujian saya di daerah suburban, komputer perjalanan mencatat rata-rata 13,7 mpg. Dan ingat, SUV ini wajib diisi bensin beroktan tinggi.
Kabin Modern dengan Sentuhan Klasik
Berbeda dari mobil Amerika kebanyakan, kabin Durango Hellcat justru terasa modern berkat berbagai pembaruan. Cluster instrumen digital 7 inci dipadukan dengan layar sentuh 10,1 inci yang menampilkan berbagai informasi SRT—mulai dari gauge digital sistem powertrain hingga pengaturan launch control. Yang menarik, layar kontrol iklim menampilkan ilustrasi pengemudi mengenakan helm balap, sebagai penanda khas varian Hellcat.
Bagi penggemar mobil klasik, kabin ini masih mempertahankan tombol fisik dan kenop untuk seluruh sistem kontrol iklim serta volume audio. Unit yang saya uji memiliki konfigurasi lima penumpang tanpa baris ketiga. Sebagai gantinya, ada dua kompartemen tersembunyi di lantai bagasi yang menyediakan ruang penyimpanan ekstra yang cukup lega.
Harga dan Pesaing yang Berbeda Kelas
Dengan harga dasar USD 81.990 (sekitar Rp 1,31 miliar dengan kurs Rp 16.000), Durango Hellcat bukan kendaraan murah. Unit yang saya uji dengan paket Jailbreak—termasuk stripe ganda, lencana merah, sabuk pengaman merah, dan Premium Group dengan audio Harman Kardon 19-speaker—totalnya mencapai USD 88.160 atau sekitar Rp 1,41 miliar.
Menariknya, Rivian R1S dual-motor dengan Performance Upgrade menawarkan akselerasi 0-60 mph yang hampir identik dengan harga serupa. Namun, Rivian adalah SUV listrik dengan jangkauan EPA 329 mil. Durango Hellcat menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki pesaing mana pun: suara V8 supercharged yang garang, kapasitas menarik hingga 8.700 pon, dan kepribadian Amerika yang kental. Di pasar yang semakin didominasi kendaraan listrik, SUV ini tetap bertahan di kelasnya sendiri.