JAKARTA — Pemerintah memastikan warga terdampak gempa di NTT dan kebakaran hutan di Kalimantan tidak berjalan sendiri. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan, pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap dan terpadu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar logistik benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Enam pesawat TNI AU diberangkatkan dalam waktu bersamaan, Senin (24/8). Tiga di antaranya menuju Labuan Bajo dan Maumere dengan membawa 31 ton logistik berupa biskuit, wafer, protein bar, roti, serta kebutuhan pangan lainnya. Ada pula mainan untuk anak-anak yang turut diangkut dalam penerbangan tersebut.
500 Unit Pompa Air untuk Lahan Gambut Kalimantan
Tiga pesawat lainnya terbang ke Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Muatannya sebanyak 500 unit mesin pompa air yang merupakan bagian dari total 2.000 unit yang akan dikirimkan secara bertahap. Pengiriman tahap awal ini menyesuaikan instruksi Presiden Prabowo dan permintaan para gubernur di Kalimantan.
Setiap mesin pompa dilengkapi selang atau pipa sepanjang satu kilometer. Perlengkapan ini dirancang untuk mendukung pemadaman kebakaran, khususnya di kawasan lahan gambut yang rawan api menyebar di bawah permukaan tanah.
Korban Jiwa Gempa NTT Capai 91 Orang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban jiwa akibat gempa yang menerjang NTT mencapai 91 orang hingga Minggu (23/8). Angka ini menjadi dasar percepatan distribusi bantuan agar warga di lokasi pengungsian segera mendapat pasokan makanan.
Teddy menekankan bahwa penanganan bencana harus berjalan cepat dan terpadu. Setiap unsur yang terlibat diminta memastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat terdampak, bukan sekadar tiba di bandara tujuan.
Titik Panas Sumatera Capai 2.894, Sumsel Terbanyak
Sementara itu, data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 2.894 titik panas atau hotspot di 10 provinsi di Sumatera. Konsentrasi tertinggi berada di Sumatera Selatan dengan 1.410 titik, disusul Riau 480 titik, dan Jambi 425 titik.
Luas lahan yang terbakar di 10 provinsi Sumatera pada 2026 tercatat mencapai 36.047,64 hektare. Kondisi ini memperkuat urgensi pengiriman pompa air ke wilayah Kalimantan yang memiliki karakteristik lahan gambut serupa dengan Sumatera.
Pemerintah menyatakan pengiriman bantuan ke NTT dan Kalimantan akan terus berlanjut. Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran bergerak cepat dan memastikan tidak ada warga terdampak yang dibiarkan tanpa bantuan.