SOE — Frans Stefen Tafui resmi memimpin Kadin Timor Tengah Selatan (TTS) periode baru. Pelantikan berlangsung di Aula Mutis, Jumat (21/8/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati TTS serta Ketua Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan penandatanganan SK Kadin NTT. Momen ini menjadi awal kerja kepengurusan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat TTS.
Tiga Arah Perjuangan Kadin TTS
Frans menegaskan bahwa Kadin TTS tidak hanya bertanggung jawab membuka ruang bagi generasi muda, tetapi juga harus memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Ia menyebut tiga semangat besar yang menjadi pijakan: TTS mandiri, pariwisata maju, dan ekonomi bangkit.
“Kabupaten Timor Tengah Selatan bukan daerah yang miskin potensi. Di sini kita memiliki pertanian, peternakan, perikanan, kekayaan alam dan budaya, pariwisata, UMKM, serta koperasi,” tegas Frans dalam sambutannya.
Potensi Lokal yang Belum Digarap Maksimal
Pernyataan Frans menyoroti potensi besar yang selama ini belum terkelola optimal. Sektor pertanian dan peternakan menjadi tulang punggung ekonomi warga, sementara kekayaan budaya dan alam dinilai belum banyak dilirik investor.
Padahal, pengembangan UMKM dan koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Kadin TTS diharapkan menjadi jembatan antara pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi investasi di sektor-sektor tersebut.
Langkah konkret yang dinanti adalah pendampingan usaha kecil dan fasilitasi akses permodalan bagi pelaku usaha lokal di TTS.