NUSA TENGGARA TIMUR — Kebakaran yang menghanguskan bangunan di kawasan padat penduduk itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengatakan keempat korban ditemukan setelah proses pemadaman yang berlangsung sekitar satu jam. "Setelah proses pemadaman, petugas menemukan empat korban meninggal dunia. Tiga korban merupakan satu keluarga dan satu lainnya penghuni kos," kata Bayu.
Identitas Korban dan Proses Evakuasi
Dari data yang dihimpun di lokasi, tiga korban yang masih satu keluarga diketahui berinisial RA (68) perempuan, SH (77) laki-laki, dan RPW (40) laki-laki. Satu korban lainnya merupakan penghuni kos laki-laki yang hingga saat ini identitasnya belum terungkap. Selain korban jiwa, seorang warga berinisial G (25) dilaporkan menderita luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Keempat jenazah langsung dievakuasi dan dibawa menggunakan empat unit ambulans menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi lebih lanjut. Proses evakuasi berlangsung dramatis. Seorang petugas pemadam kebakaran mengalami kecelakaan saat bertugas, terjatuh dari lantai dua bangunan yang terbakar. Petugas tersebut langsung mendapatkan penanganan medis intensif.
Dugaan Penyebab dan Penyelidikan Polisi
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri dan tengah diselidiki kepolisian. Namun, dugaan sementara yang berkembang di lapangan, api dipicu oleh gangguan arus pendek listrik yang disertai ledakan dari sebuah mesin fotokopi di dalam rumah. Ledakan tersebut diduga mempercepat penyebaran api ke seluruh bagian bangunan yang sebagian besar terbuat dari material kayu.
Polsek Tebet bersama tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi di sekitar lokasi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi dan memastikan penyebab pasti kebakaran yang merenggut empat nyawa tersebut.
Kebakaran di Pemukiman Padat dan Imbauan Keselamatan
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kebakaran di permukiman padat penduduk. Jarak antar bangunan yang berdekatan membuat api mudah merambat dan menyulitkan proses evakuasi, terutama saat kebakaran terjadi di dini hari saat warga tengah terlelap. Kejadian di Tebet ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan rutin instalasi listrik di rumah dan tempat usaha, serta memastikan alat pemadam api ringan (APAR) tersedia di lokasi yang memiliki risiko tinggi seperti rumah kos dan usaha percetakan.