NUSA TENGGARA TIMUR — Kevin Diks kembali mengikuti sesi latihan Borussia Monchengladbach setelah absen dalam tiga pertandingan terakhir Die Fohlen. Kembalinya bek Timnas Indonesia itu bertepatan dengan agenda FIFA Matchday November, saat skuad Garuda masih menunggu kepastian lawan uji coba.
Diks terlihat dalam sesi latihan Monchengladbach yang diunggah pada Kamis (5/11) dini hari, jelang laga kontra Hamburger SV. Bek berusia 30 tahun itu punya peluang kembali merumput pada matchday kesembilan Bundesliga, Sabtu (7/11).
Absennya Diks sebelumnya sempat menjadi tanda tanya. Wakil kapten Die Fohlen itu tidak masuk daftar susunan pemain dalam tiga laga, tanpa ada laporan cedera yang menjelaskan kondisinya.
Gladbach Justru Menang Tanpa Diks
Ketidakhadiran Diks berbarengan dengan rentetan hasil positif Monchengladbach. Klub asal wilayah barat Jerman itu menang atas VfB Stuttgart dan Karlsruher di DFB Pokal, lalu imbang kontra Paderborn.
Rentetan itu kontras dengan enam pertandingan awal Liga Jerman, ketika anak asuh Alexander Blessin selalu kalah dan terdampar di posisi juru kunci. Diks pun tidak ikut serta kala timnya mulai menemukan jalur positif musim ini.
Kans Turun Saat Gladbach Jamu Hamburger SV
Kembalinya Diks ke sesi latihan membuka peluang ia masuk skuad untuk laga melawan Hamburger SV. Matchday kesembilan Bundesliga itu menjadi kesempatan pertama bagi Diks untuk kembali merumput setelah tiga laga absen.
Bagi Timnas Indonesia, kondisi Diks menjadi sinyal positif. Pemain kelahiran Apeldoorn itu masih menjadi andalan John Herdman di lini belakang tim Garuda.
Lawan Timnas Indonesia Belum Diumumkan PSSI
FIFA Matchday periode November berlangsung pada 9-17 November. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi dua lawan dalam laga uji coba resmi.
Namun, kurang dari satu pekan menjelang bergulirnya FIFA Matchday, PSSI belum mengumumkan lawan tanding untuk tim Merah Putih. Federasi masih melakukan lobi dengan sejumlah negara.
Diks dan kawan-kawan semula dijadwalkan melakoni duel kontra Yordania dan Kuwait. Dua laga itu terancam batal lantaran gejolak geopolitik di Asia Barat, dengan kekhawatiran pertandingan terganggu apabila terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah.