Pencarian

Anggota DPR RI Esthon Foenay Hadiri Pemakaman Corinus Tuan di Bello Kupang, Doakan Kebaikan Almarhum Mendapat Ganjaran

Selasa, 03 November 2026 • 21:16:01 WIB
Anggota DPR RI Esthon Foenay Hadiri Pemakaman Corinus Tuan di Bello Kupang, Doakan Kebaikan Almarhum Mendapat Ganjaran
Anggota DPR RI Esthon Foenay menghadiri prosesi pemakaman Corinus Tuan di Bello, Kupang.

KUPANG — Esthon Foenay menyampaikan doa agar kebaikan yang pernah ditorehkan Corinus Tuan bagi masyarakat mendapat ganjaran dari Tuhan Yesus Kristus. Anggota DPR RI periode 2024–2029 itu menilai almarhum telah meninggalkan jejak pengabdian, keimanan, dan keteladanan selama bertugas sebagai aparatur pemerintah.

Corinus Tuan dikenal pernah mengemban tugas sebagai Kepala Desa dan Lurah Bello sebelum menjabat Camat Maulafa. Jabatan terakhirnya di pemerintahan Kota Kupang itu membuat almarhum akrab dengan warga di dua wilayah tersebut.

Jejak Pengabdian Corinus Tuan di Pemerintahan Kota Kupang

Dalam pernyataannya, Esthon menyebut almarhum sebagai pensiunan aparatur pemerintah yang telah meninggalkan resonansi pengabdian dan keimanan di tengah masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Kupang.

"Sebagai seorang pensiunan aparatur pemerintah yang pernah mengemban tugas sebagai kepala kecamatan di Kota Kupang, almarhum telah meninggalkan resonansi pengabdian dan keimanan yang bergema di tengah masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Kupang. Dan lebih khusus lagi masyarakat Bello, kita doakan agar kebaikan yang pernah ditorehkan bagi masyarakat mendapat ganjaran dari Tuhan Yesus Kristus," kata Esthon.

Prosesi pemakaman diawali ibadat yang dipimpin Pendeta GMIT Efata Bello. Setelah itu, almarhum dimakamkan melalui prosesi adat tutur natoni oleh tokoh adat Bello, Lukius Takene, bersama tim.

Camat Maulafa: yang Tinggal Setelah Kepergian Adalah Keteladanan

Camat Maulafa, Imanuel Aprianus Eliaser, S.H., turut hadir dan menyampaikan belasungkawa. Atas nama pribadi dan jajaran Pemerintah Kota Kupang, ia menyebut almarhum sebagai sosok yang telah memberikan kontribusi bagi pemerintahan dan masyarakat, khususnya Kecamatan Maulafa dan Kelurahan Bello.

"Setinggi apa pun jabatan dan sebanyak apa pun karya yang telah dihasilkan, pada akhirnya setiap manusia akan kembali kepada Sang Pencipta, pemilik kehidupan. Namun, yang tetap tinggal setelah kepergian seseorang adalah kenangan, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada mereka yang melanjutkan kehidupan," tutur Imanuel.

Pendeta Yunita: Corinus Tuan Ibarat Pohon Besar Tempat Bersandar

Ketua Majelis Jemaat GMIT Efata Bello, Pdt Yunita E Ratu Lobo Abola, dalam kotbah ibadat pemakaman mengibaratkan Corinus Tuan sebagai pohon besar yang menjadi tempat bersandar bagi keluarga dan masyarakat Bello.

Pendeta Yunita menyebut kepergian almarhum sebagai pengingat bahwa kehidupan manusia memiliki batas dan tidak seorang pun mampu menahan panggilan Tuhan. Ia mengajak keluarga dan pelayat mengenang kebaikan almarhum serta menjadikan kematian sebagai refleksi untuk memperbaiki kehidupan, menjaga hubungan dengan sesama, dan terus berbuat baik.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima anak. Keluarga serta masyarakat Bello melepas kepergiannya dengan doa, penghormatan adat, dan pengharapan akan penghiburan Tuhan.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: flobamora-spot.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks