KUPANG — Kunjungan berlangsung sekitar pukul 14.25 WITA. Kapolda NTT didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Dinny Reza Arief Dewanto, dan disambut Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Defi Nasution beserta istri melalui pengalungan selendang dan penyerahan buket bunga.
Setelah jajar kehormatan, Kapolda bersama Irwasda dan sejumlah pejabat utama Polda NTT meninjau peralatan serta alat material khusus pencarian dan pertolongan atau search and rescue. Kunjungan dilanjutkan dengan persembahan yel-yel personel Polairud dan tatap muka bersama jajaran Ditpolairud Polda NTT.
Aset Operasional Besar, Tanggung Jawab Ikut Membesar
Dalam arahannya, Kapolda menyebut kunjungan ini bagian dari upaya organization health, yakni mengenali langsung kondisi organisasi, sumber daya, aset operasional, serta tantangan yang dihadapi satuan kerja di lingkungan Polda NTT.
Reza menilai Ditpolairud Polda NTT memiliki dukungan aset operasional yang cukup besar. Aset itu harus dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan pengamanan wilayah perairan NTT yang berbentuk kepulauan.
"Rekan-rekan harus bangga bertugas di sini sebagai personel Polairud. Banyak yang bisa kita optimalkan dengan sumber daya yang ada," kata Kapolda dalam arahannya.
Menurutnya, sarana yang tersedia merupakan modal penting sekaligus kebanggaan personel. Namun aset itu harus diikuti kemampuan personel, pemeliharaan yang baik, serta pelaksanaan tugas yang efektif.
Personel Diminta Kreatif di Tengah Keterbatasan Anggaran
Dengan karakteristik NTT sebagai provinsi kepulauan, personel Polairud memikul tanggung jawab strategis menjangkau wilayah pesisir, pulau-pulau terluar, dan kawasan perairan yang sulit diakses lewat jalur darat.
Kapolda mengingatkan keterbatasan anggaran operasional, termasuk kebutuhan bahan bakar minyak, tidak boleh mematikan kreativitas dan semangat pengabdian. Personel didorong mencari alternatif, mengembangkan inovasi, dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara cermat.
Tugas Pokok Harus Dikerjakan, Bukan Sekadar Dilaporkan
Reza menegaskan pelaksanaan tugas pokok menjadi prioritas utama setiap satuan kerja. Arahan pimpinan perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dirpolairud beserta seluruh personel diminta melaksanakan tugas sesuai kewenangan, bekerja profesional, dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara berjenjang. Program pemerintah Asta Cita, prioritas Kapolri, dan Quick Wins juga harus dijalankan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Bom Ikan dan Penyelundupan Jadi Perhatian Utama
Salah satu perhatian utama Kapolda adalah penindakan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan. Praktik ilegal itu melanggar hukum sekaligus merusak terumbu karang dan mengancam kelestarian ekosistem laut.
Kerusakan lingkungan laut berpotensi berdampak panjang terhadap sektor pariwisata, mata pencaharian masyarakat pesisir, dan perekonomian daerah. Karena itu, jajaran Ditpolairud diminta meningkatkan perhatian terhadap tindak pidana dan pelanggaran di wilayah perairan, termasuk penyelundupan serta peredaran narkoba melalui jalur laut.
Kapolda menegaskan tidak boleh ada pembiaran terhadap aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat dan mengganggu keamanan wilayah NTT. Menjaga laut, menurutnya, bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan upaya melindungi sumber kehidupan masyarakat dan mempertahankan potensi ekonomi daerah.
Keselamatan Wisatawan Tidak Boleh Ditawar
Di tengah berkembangnya pariwisata bahari NTT, keselamatan pelayaran menjadi perhatian serius Kapolda. Ia menyoroti kecelakaan kapal wisata yang dapat mengancam keselamatan penumpang sekaligus mencoreng kepercayaan wisatawan terhadap destinasi bahari NTT.
Kehadiran polisi perairan diharapkan tidak sekadar berpatroli, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat, melindungi ekosistem laut, dan menjaga kepercayaan wisatawan. NTT yang membentang sebagai wilayah kepulauan dengan perairan luas membutuhkan polisi perairan yang tangguh, inovatif, dan responsif.