ENDE — Forum Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) PMKRI Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco menetapkan Maria Regina Tipa sebagai Ketua Presidium melalui mekanisme voting tertutup. Musyawarah yang digelar di Margasiswa PMKRI Cabang Ende itu berlangsung selama empat hari, 17-20 Oktober 2026, dengan Heraklius Solano Peu sebagai pesaing tunggal.
Kemenangan Maria menempatkannya sebagai perempuan kedua yang memimpin cabang tersebut sepanjang sejarah organisasi. Sebelumnya, posisi yang sama pernah diisi Maria Uria Ie pada 2006.
Jabatan Ketua Bukan soal Meniru Karakter Laki-laki
Maria menegaskan kepemimpinan perempuan punya ruang dan kekuatan tersendiri dalam membangun organisasi. Menurutnya, posisi ketua bukan soal menggantikan laki-laki, melainkan menjaga keseimbangan antara pembinaan internal dan eksternal.
"Dalam kepemimpinan sebagai perempuan, kita bukan untuk menggantikan laki-laki, tetapi bagaimana menjaga keseimbangan antara pembinaan internal dan eksternal serta memberikan cara pandang dari perspektif berbeda yang juga dibutuhkan," kata Maria.
Ia menolak anggapan bahwa pemimpin perempuan harus meniru karakter laki-laki agar terlihat tegas dan berwibawa. Bagi Maria, ketegasan dan kelembutan bisa berjalan bersamaan dalam satu gaya kepemimpinan.
"Sebagai pemimpin perempuan, kita tidak perlu menjadi seperti laki-laki. Kita bisa tegas dan bisa juga dengan kelembutan," tegasnya.
Maria berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab selama periode 2026-2027.
Pesan Demisioner: Jaga Fraternitas Setelah Pergantian Kepemimpinan
Ketua Demisioner Daniel Sakof Turot menekankan pentingnya nilai fraternitas atau persaudaraan di dalam tubuh perhimpunan. Semangat saling mendukung dinilainya sebagai fondasi utama dalam menjalankan program kerja.
Daniel berharap seluruh kader tetap menjaga kebersamaan dan memperkuat solidaritas. Menurutnya, hal itu menjadi kunci agar PMKRI Cabang Ende semakin berkembang dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat setelah pergantian kepemimpinan.
Alumni Minta PMKRI Tetap Responsif terhadap Isu Strategis
Mewakili alumni, Agustinus Kembardi Sumbi mengingatkan pentingnya memahami fungsi dan tanggung jawab ketua presidium. Ia meminta kepemimpinan baru memastikan roda organisasi berjalan sesuai aturan perhimpunan.
Agustinus juga meminta PMKRI Cabang Ende tetap responsif terhadap berbagai isu strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah. Sebagai organisasi kader dan gerakan mahasiswa, daya kritis harus terus dijaga.
"Menjalankan peran perjuangan serta mengambil bagian dalam merespons persoalan sosial, politik, dan kemasyarakatan," kata Agustinus.
RUAC PMKRI Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco menjadi forum penentu arah kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya. Maria kini memikul tugas menyusun program kerja bersama presidium baru sebelum masa kepengurusan berjalan penuh.