Pencarian

Harga Minyak Tembus US$108, Pertamina: Pertamax Bisa Rp20 Ribu per Liter

Sabtu, 12 September 2026 • 08:04:31 WIB
Harga Minyak Tembus US$108, Pertamina: Pertamax Bisa Rp20 Ribu per Liter
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto berbicara dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

NUSA TENGGARA TIMUR — Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan pihaknya belum melihat tanda-tanda penurunan harga minyak dunia. Karena itu, penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi mengikuti formula harga indeks pasar masih akan bergerak di level tinggi.

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," ujar Eko dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Selat Hormuz Jadi Titik Tekanan Baru

Eko menilai tekanan pasar energi global saat ini lebih berat dibandingkan periode perang Rusia-Ukraina. Salah satu pemicunya adalah konflik yang berujung pada penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran yang selama ini menjadi salah satu titik utama lalu lintas energi dunia.

Gangguan di kawasan tersebut berdampak ganda: ketersediaan pasokan energi global terganggu, sekaligus harga bergerak tidak stabil. Dampak itu merembet ke biaya pengadaan bahan bakar yang harus ditanggung Pertamina Patra Niaga.

"Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya," kata Eko.

Harga Minyak Mentah Naik Nyaris 13 Persen Sepekan

Tekanan di sisi hulu sudah terlihat dari pergerakan harga minyak mentah. Mengutip Reuters, harga minyak Brent pada Jumat (11/9) naik US$1,05 atau sekitar 1 persen menjadi US$108,68 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 95 sen atau sekitar 1 persen menjadi US$103,45 per barel.

Kedua harga acuan tersebut sebelumnya melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Kamis (10/9). Secara mingguan, Brent dan WTI masing-masing telah naik hampir 13 persen — kenaikan tertinggi sejak pekan yang berakhir 17 Juli.

Pergerakan itu menempatkan harga minyak dunia kembali di atas level US$100 per barel, level yang terakhir kali bertahan lama saat krisis geopolitik sebelumnya.

Harapan Harga Kembali ke US$60–US$70 per Barel

Eko berharap harga minyak dunia kembali turun ke kisaran US$60–US$70 per barel seperti sebelum krisis geopolitik pecah. Namun ia mengakui kondisi tersebut sepenuhnya bergantung pada perkembangan situasi global, bukan pada keputusan Pertamina.

"Kalau berharap turun US$70 per barel atau US$60 per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang," ujarnya.

Apa Artinya bagi Konsumen dan Pelaku Usaha

Bagi konsumen, skenario Rp20 ribu per liter untuk Pertamax berarti biaya bahan bakar kendaraan pribadi naik signifikan dibandingkan harga saat ini. Bagi pelaku usaha yang bergantung pada Pertamina Dex — terutama angkutan logistik dan armada niaga — kenaikan ini langsung menekan struktur biaya operasional harian.

Pertamina Patra Niaga sendiri menegaskan harga nonsubsidi disesuaikan secara berkala mengikuti formula harga indeks pasar, sehingga pergerakan harga minyak dunia akan tercermin pada harga jual di SPBU. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi tidak termasuk dalam skenario penyesuaian ini.

Investasi mengandung risiko.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks