NUSA TENGGARA TIMUR — Tahap awal yang sedang berjalan adalah pembangunan infrastruktur AI berkapasitas 100 megawatt (MW). Perusahaan tidak hanya membidik kebutuhan korporasi dalam negeri, tetapi juga memposisikan Indonesia sebagai basis infrastruktur AI untuk pasar Asia Tenggara.
Fasilitas Pinjaman Sindikasi Terbesar di Asia Pasifik
Transaksi ini disebut sebagai salah satu pendanaan infrastruktur AI terbesar di Asia. Ini juga menjadi transaksi sindikasi pertama dengan skala sebesar itu di kawasan Asia-Pasifik.
Citi bertindak sebagai penasihat utang eksklusif untuk fasilitas pinjaman tersebut. Citi, ING, Natixis, Qatar National Bank (QNB) Group, dan United Overseas Bank (UOB) masuk sebagai senior mandated lead arrangers, underwriters, and bookrunners.
Keterlibatan konsorsium bank regional dan internasional itu menunjukkan pembangunan infrastruktur AI mulai dipandang sebagai kebutuhan investasi berskala besar. Bukan lagi sekadar proyek teknologi.
Model Bisnis: Bagi Hasil dan Kredit Komputasi
Zankore by Indosat akan membangun layanan cloud berbasis teknologi NVIDIA untuk perusahaan berbasis AI, korporasi, startup, developer, hingga institusi di Indonesia dan Asia Tenggara.
Platform tersebut memakai teknologi komputasi AI full-stack NVIDIA dan menyediakan kluster GPU berkinerja tinggi. Kapasitasnya bisa dipakai mulai dari pengembangan dan fine-tuning model hingga inferensi skala besar serta aplikasi agentic AI.
Strategi bisnisnya tidak bertumpu pada pembangunan fasilitas fisik semata. Model bagi hasil dan dukungan kredit berjalan seiring pengembangan infrastruktur berdasarkan kebutuhan pelanggan. Ekspansi kapasitas mengikuti pertumbuhan permintaan sekaligus menjaga efisiensi penggunaan modal.
Target 1 GW dan Kemitraan dengan NVIDIA
Ambisi Zankore by Indosat jauh melampaui kapasitas awal 100 MW. Perusahaan menargetkan pembangunan hingga 1 GW kapasitas komputasi AI NVIDIA melalui pengembangan bertahap.
Rencana itu pertama kali diumumkan saat Zankore by Indosat diluncurkan pada 6 Agustus 2026 bersama Ooredoo Group, Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, dan Nokia. Saat peluncuran, Zankore menargetkan sekitar 200 MW kapasitas awal pada paruh pertama 2027 sebagai bagian dari rencana membangun salah satu platform infrastruktur AI terbesar di Asia.
Direktur dan Chairman Zankore by Indosat Vikram Sinha menyebut perkembangan AI di kawasan menuntut infrastruktur komputasi yang mampu menopang pertumbuhan aplikasi, termasuk agentic AI.
"AI menciptakan peluang yang sangat penting bagi Indonesia dan Asia Tenggara. Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah kita akan mengadopsi AI, melainkan kemampuan membangun infrastruktur yang mendorong wilayah ini menjadi bagian dari masa depan AI," kata Vikram dalam keterangan tertulis Jumat (11/9/2026).
Dukungan NVIDIA, menurut Vikram, menjadi bagian penting dalam membangun fondasi komputasi AI tingkat lanjut yang dibutuhkan kawasan.
Implikasi bagi Ekosistem Digital Indonesia
Pembangunan kapasitas komputasi di dalam negeri memungkinkan pengembangan aplikasi AI dilakukan lebih dekat dengan data, pengguna, dan kebutuhan industri lokal. Ini punya implikasi strategis tersendiri bagi Indonesia.
Dana pinjaman akan dipakai mendukung pengadaan dan penerapan infrastruktur GPU NVIDIA tingkat lanjut. Kapasitas yang dibangun juga disiapkan menangkap permintaan pasar Asia Tenggara yang tengah memasuki fase pertumbuhan AI.
Bagi pelaku startup dan bisnis digital, ketersediaan kluster GPU lokal berpotensi memangkas biaya komputasi sekaligus mempercepat siklus pengembangan produk berbasis AI. Perusahaan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penyedia cloud luar negeri.