NUSA TENGGARA TIMUR — Cakupan jaringan mobile seluler Indonesia telah menyentuh 98,9% wilayah yang memiliki populasi. Angka itu disampaikan Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto dalam peringatan Hari Bhakti Postel 2026 di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Dengan capaian tersebut, kata Wayan, prioritas pemerintah bergeser. Perluasan jaringan bukan lagi satu-satunya pekerjaan rumah. Kualitas konektivitas di wilayah yang sudah tercover kini menjadi perhatian utama.
Wilayah Blankspot Jadi Target Berikutnya
Wayan menegaskan pemerintah belum menghentikan upaya menjangkau daerah yang belum tersentuh sinyal. Ia menyebut targetnya agar tidak ada lagi wilayah Indonesia yang tertinggal dari akses konektivitas digital.
"Kita selalu berusaha untuk bagaimana meningkatkan konektivitas digital kita ini. Sampai ke pelosok wilayah Indonesia tidak ada yang tidak kena, blankspot lagi," kata Wayan.
Untuk wilayah yang masih terbatas aksesnya, Komdigi akan memanfaatkan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Lembaga BLU di bawah Komdigi itu akan dipakai menjangkau area yang sulit dilayani jaringan terestrial.
Satelit Jadi Opsi Teknologi Alternatif
Pemerintah membuka peluang memakai teknologi alternatif di luar jaringan konvensional. Salah satu yang disebut Wayan adalah konektivitas berbasis satelit.
"Memanfaatkan teknologi ke depan itu dalam artian kan kita ada teknologi yang dari satelit dan lain sebagainya. Mudah-mudahan itu bisa menyelesaikan konektivitas ke depannya," ujarnya.
Menurut Wayan, kekurangan jangkauan jaringan terestrial akan ditutup lewat kombinasi peran BAKTI dan pemanfaatan teknologi tersebut. Ia tidak merinci wilayah mana yang akan digarap lebih dulu.
UMKM Didorong Manfaatkan 4G dan 5G
Pemerintah juga mendorong masyarakat dan pelaku usaha memanfaatkan konektivitas yang sudah meluas. Wayan secara khusus menyorot UMKM sebagai kelompok yang bisa memakai akses 4G dan 5G untuk mendorong pertumbuhan usaha.
"Manfaatkanlah konektivitas kita yang sudah merata ini, baik 4G, 5G ke depan, manfaatkan dengan baik, gunakan untuk pertumbuhan UMKM, dan silakan menggunakan untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang maksimal," katanya.
Ia menilai pemerataan konektivitas tidak berhenti pada ketersediaan jaringan. Infrastruktur digital yang meluas perlu diikuti pemanfaatan produktif agar akses internet berdampak ekonomi bagi masyarakat.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Sektor
Wayan menyebut perluasan konektivitas butuh kolaborasi banyak pihak. Pemerintah, operator, vendor, akademisi, hingga masyarakat dinilai tidak bisa berjalan sendiri.
"Vendor, akademisi, regulator, operator, masyarakat itu juga harus semua berkolaborasi untuk meningkatkan bagaimana layanan telekomunikasi ini lebih baik ke depannya," tuturnya.
Pesan kolaborasi itu menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhakti Postel 2026. Salah satu kegiatannya adalah turnamen mini soccer yang diikuti 12 tim dan digelar untuk keempat kalinya.
Wayan memaknai kegiatan olahraga tersebut sebagai sarana mempererat hubungan antarpelaku industri. Ia juga mengaitkannya dengan tiga tagline Komdigi: "terhubung, tumbuh, dan terjaga". Ketiganya menggambarkan kebutuhan industri untuk menjaga konektivitas, mendorong pertumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat, serta menjaga ruang digital tetap digunakan secara positif.