Pencarian

Seriesly Berlin Umumkan Line-Up Lengkap, Bahas Ko-Produksi dan Serial Krank Berlin

Selasa, 01 September 2026 • 17:07:01 WIB
Seriesly Berlin Umumkan Line-Up Lengkap, Bahas Ko-Produksi dan Serial Krank Berlin
Seriesly Berlin resmi mengumumkan line-up lengkap acara yang berlangsung pada 15-16 September di Fotografika, Berlin.

NUSA TENGGARA TIMUR — Dua hari yang padat menanti para pelaku industri televisi Eropa di ibu kota Jerman. Seriesly Berlin—ajang yang digagas Medienboard Berlin-Brandenburg—menghadirkan puluhan sesi yang dirancang untuk menjawab tantangan pasar saat ini: biaya produksi kelas premium yang semakin berat ditanggung satu perusahaan, dan kebutuhan akan kolaborasi lintas budaya yang tidak sekadar formalitas.

Ko-Produksi: Alternatif Krusial di Tengah Melonjaknya Biaya Produksi

Sesi yang paling menyita perhatian tahun ini berjudul "Too Many Cooks? Turns Out, That's the Recipe!"—sebuah pembalikan asumsi bahwa terlalu banyak partner justru merusak produksi. Pemantik diskusi ini adalah kenyataan bahwa tidak ada satu broadcaster pun yang sanggup membiayai serial high-end sendirian pada pasar seperti sekarang.

Dua studi kasus dijadikan landasan diskusi: Under Salt Marsh yang diproduksi bersama Sky dan ZDF, serta Summer of 1985 hasil kerja sama ZDF dan SVT. Tobi De Graaff (Sky Studios), Jennifer Ebell (Fifth Season), Britta Meyermann (Odeon Fiction), dan Frank Seyberth (ZDF) akan membuka keran soal kepercayaan, tarik-menarik kreatif, dan kompromi yang tak terhindarkan.

Ada pula sesi dengan fokus lebih makro: ko-produksi di Eropa dan secara khusus di Jerman, melibatkan Alina Kemper (SPIO), Alessia Sonaglioni (Council of Europe), Johannes Kagerer (Produktionsallianz), dan Irina Ignatiew-Lemke.

Krank Berlin: Memanfaatkan Gesekan Bahasa sebagai Alat Kreatif

Samuel Jefferson, kepala penulis dan ko-kreator serial drama medis Krank Berlin, akan memandu sesi bertajuk "Entschuldigung, mein Deutsch ist nicht so gut" (Maaf, bahasa Jerman saya tidak bagus). Serial ini, yang diproduksi ZDF dan Apple TV, dikembangkan dalam bahasa Inggris namun berlatarkan dunia Jerman.

Jefferson akan menjelaskan bagaimana friksi antara bahasa Inggris dan Jerman justru menjadi kekuatan naratif. Alih-alih menghindari ketegangan linguistik, tim kreatif memanfaatkannya sebagai bagian dari cara bercerita. Ini menjadi salah satu pembahasan paling relevan bagi produksi lokal yang ingin menembus pasar global.

Eropa Tengah dan Timur sebagai Jaringan Ekosistem

Dalam kemitraan dengan Festival Film Internasional Karlovy Vary, Seriesly Berlin menghadirkan sesi berjudul "Beyond the East-West Co-Production Myth". Sesi ini menolak bingkai lama yang memandang kawasan Eropa Tengah dan Timur sebagai kumpulan pasar kecil yang terpisah. Sebaliknya, kawasan tersebut dibaca sebagai jaringan ekosistem produksi yang saling terhubung.

Para pembicara yang terlibat antara lain Kateryna Vyshnevska (eksekutif produser dan konsultan scripted internasional), Jevgeni Supin (Zolba Productions), Tereza Polachová (Czech Television), Anna Rohde-Seyfried (Beta Film), dan Kjartan Thor Thordarson (Sagafilm). Mereka akan menampilkan klip eksklusif dari Signals, thriller Islandia-Polandia yang menjadi contoh nyata kolaborasi lintas kawasan.

Sorotan Lain: Keynote Fleur Winters hingga Diskusi Representasi

Dua wawancara kunci akan dipandu langsung oleh Deadline. Kreator dan produser Fleur Winters, yang dikenal lewat Big Blue, akan memberikan pratinjau perdana untuk drama periode Belanda Grand Hotel By the Sea. Proyek ini menghabiskan waktu tujuh tahun dalam pengembangan sebelum akhirnya mendapat anggaran yang sepadan dengan ambisinya.

Sementara itu, Matthieu Tholin dari Media International akan berbicara soal strategi distribusi konten di pasar yang terus bergeser ke platform digital.

Agenda lain yang tidak kalah menarik: sesi tentang storytelling di bawah ancaman, keragaman budaya, demokrasi, representasi queer, dan true-crime docu-series. Semua diskusi ini membingkai satu pesan: produksi serial kini tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab sosial dan kebutuhan akan perspektif beragam.

Seriesly Berlin berlangsung pada 15-16 September di Fotografika, museum seni fotografi kontemporer di pusat kota Berlin. Acara ini didanai oleh Medienboard Berlin-Brandenburg dan menjadi salah satu penanda arah industri televisi Eropa menjelang musim gugur. Bagi pasar Asia, termasuk Indonesia, model ko-produksi yang dibahas di sini bisa menjadi pelajaran penting: kolaborasi antar negara bukan sekadar strategi pendanaan, tetapi juga jalan untuk memperkaya materi cerita.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: deadline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks