LEMBATA — Sebanyak dua prestasi membanggakan diraih kontingen Pramuka asal Lembata dalam ajang Jambore Nasional (Jamnas) ke-12 yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur. Para peserta yang merupakan siswa madrasah itu sukses meraih Juara II Lomba Masakan Makanan Lokal dan Juara II Lomba Debat, sebuah pencapaian yang membuktikan daya saing pelajar daerah di kancah nasional.
Kepulangan para duta muda ini disambut langsung oleh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lembata di Pangkalan Gugus Depan 06.01–06.02 MTsN 2 Lembata, Bumi Lepanbatan, Lewotanah, Leu Auq, pada 29 Agustus 2026.
Perjalanan Panjang Darat dan Laut Kontingen Lembata
Rombongan kontingen menempuh perjalanan panjang dan melelahkan sebelum akhirnya tiba dengan selamat di kampung halaman. Dari Cibubur, mereka melanjutkan perjalanan darat menuju Surabaya, kemudian menyeberang via jalur laut ke Maumere, Flores.
Setibanya di Maumere, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Larantuka, sebelum akhirnya menyeberang lagi via jalur laut menuju Lembata. Seluruh peserta tiba di Bumi Lepanbatan dalam kondisi sehat walafiat.
Kasi Pendis: Jambore adalah Laboratorium Mental dan Kemandirian
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kabupaten Lembata, Abdul Rauf Afwa, S.Ag., menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar trofi. Menurutnya, keikutsertaan dalam Jambore merupakan proses pembentukan karakter bagi para siswa.
"Kalian adalah duta-duta terbaik yang membawa nama baik madrasah dan Kabupaten Lembata. Jambore bukan sekadar berkemah, melainkan laboratorium mental, kemandirian, dan persaudaraan," ujar Abdul Rauf dalam sambutannya, mewakili Kementerian Agama Kabupaten Lembata.
Kontingen Lembata Bersinar di Ajang Nasional
Selain dua gelar juara yang diraih, para peserta putri juga dipercaya menjadi MC utama dalam acara pembukaan Jamda. Sementara peserta putra mendapat kehormatan menjadi pemimpin pasukan pengibaran dan penurunan bendera pada upacara pembukaan Jamda.
Partisipasi aktif ini dinilai membuktikan bahwa murid madrasah dari Kabupaten Lembata mampu bersaing dan tampil terbaik di antara kontingen lain. Kemenag setempat mengaku bangga atas dedikasi dan kedisiplinan yang ditunjukkan para peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Pesan untuk Penerus: Tularkan Semangat Kepramukaan
Abdul Rauf berpesan agar pengalaman berharga selama mengikuti Jambore tidak berhenti di sini. Para peserta didorong untuk menjadi motor penggerak di gugus depan masing-masing dan menularkan ilmu yang didapat kepada siswa lainnya di madrasah.
"Jagalah selalu semangat Trisatya dan Dasa Darma Pramuka serta amalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat," imbuhnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua atau wali peserta atas dukungan yang diberikan selama ini.
Penyerahan Bendera Kontingen dan Penyematan Tiska
Rangkaian acara penyambutan dilanjutkan dengan seremoni penyerahan bendera kontingen oleh Pinkoncab, Kak Zulkifli Tambe, M.Pd., kepada perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Lembata. Prosesi ini menjadi simbol resmi berakhirnya tugas kontingen di ajang Jambore.
Acara juga dirangkaikan dengan penyematan Tiska dan pemberian piagam penghargaan kepada para peserta. Kegiatan tersebut disaksikan oleh orang tua atau wali peserta, perwakilan Kwaran Nubatukan, tokoh masyarakat, serta para guru dan peserta didik dari MTsN 1, 2, 3 Lembata dan MTsS Al-Hidayah Ile Ape.