PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di Pulau Flores telah melalui asesmen menyeluruh pascagempa bumi magnitudo 7,7. Pemeriksaan mencakup 10 gardu induk dan jaringan transmisi tegangan tinggi untuk menjamin keamanan pasokan listrik bagi warga di enam kabupaten.
KUPANG — Ratusan personel PLN dari berbagai unit dikerahkan untuk memeriksa ketahanan infrastruktur kelistrikan di Pulau Flores setelah guncangan gempa magnitudo 7,7. Hasilnya, tim menemukan sejumlah temuan teknis seperti rembesan minyak pada peralatan gardu induk yang kini tengah dalam proses perbaikan.
General Manager PLN UIW NTT F Eko Sulistiyono mengatakan asesmen dan pemulihan dilakukan melalui kolaborasi lintas unit dengan mengedepankan keselamatan kerja serta keandalan sistem. "Sinergi lintas unit dan semangat gotong royong ini menjadi bukti komitmen PLN untuk hadir memberikan pelayanan terbaik dan menjaga pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat Flores," ujar Eko di Kupang, Jumat.
Dua Wilayah Kerja: dari Rangko hingga Wairita
Untuk mempercepat proses pemeriksaan, tim gabungan dibagi menjadi dua wilayah operasi. Tim Flores bagian barat menyisir Gardu Induk (GI) Rangko, Labuan Bajo, Ruteng, Ulumbu, Borong, dan Bajawa. Sementara tim Flores bagian timur memeriksa GI Ende, Aesesa, Maumere, dan Wairita.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara visual pada pondasi tower dan konduktor, tetapi juga melalui serangkaian pengujian teknis presisi. Manajer PLN UPT Kupang Hikmah Prasetia menegaskan bahwa setiap aset harus dinyatakan layak sebelum sistem dinormalisasi.
Uji Teknis: dari SFRA hingga Tegangan Tembus Minyak
Asesmen pada peralatan gardu induk meliputi Trafo Tenaga, Pemutus Tenaga, Lightning Arrester, Current Transformer, hingga sistem proteksi. Pengujian yang dilakukan antara lain Sweep Frequency Response Analysis (SFRA), Polarization Index (PI), tan delta winding dan bushing, Dynamic Resistance OLTC, serta Breakdown Voltage (BDV).
Selain itu, petugas juga menangani sejumlah temuan teknis di lapangan, termasuk rembesan minyak dan fabrikasi plat busbar 20 kV. Pada jaringan transmisi, pemeriksaan mencakup struktur baut dan bracing, isolator, kawat tanah atau OPGW, jarak bebas, hingga potensi longsor di sekitar tapak tower.
Bantuan Personel dari Sulawesi hingga Kalimantan
Dukungan pemulihan datang dari personel BKO yang dikerahkan dari berbagai wilayah, di antaranya UIP3B Sulawesi, UIP3B Kalimantan, UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, UIT Jawa Bagian Tengah, serta Divisi Transmisi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.
Seluruh proses asesmen dan pemulihan dilaksanakan dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), mulai dari safety briefing, pembebasan tegangan, pengecekan kelistrikan, pemasangan grounding lokal, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD). Hikmah menambahkan bahwa keselamatan personel dan keandalan listrik masyarakat Flores menjadi prioritas utama dalam seluruh proses pemulihan.