Pencarian

Jeju Diguncang Penemuan 4 Jenazah, Wisatawan Domestik Anjlok ke Titik Terendah

Jumat, 28 Agustus 2026 • 14:19:01 WIB
Jeju Diguncang Penemuan 4 Jenazah, Wisatawan Domestik Anjlok ke Titik Terendah
Wisatawan domestik mengunjungi kawasan Pantai di Pulau Jeju, Korea Selatan, yang mencatatkan penurunan jumlah kunjungan di bawah satu juta orang pada Juli 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Pulau Jeju, yang terletak sekitar 130 kilometer dari daratan utama Korea Selatan, selama ini dikenal dengan lanskap vulkanik, pantai, desa tradisional, hingga Gunung Halla. Namun, reputasi destinasi utama itu kini diuji. Rangkaian penemuan jenazah dalam kurun waktu tiga hari memicu gelombang pembatalan rencana perjalanan dan pertanyaan besar soal keamanan di kawasan tersebut.

Angka Kunjungan Jatuh di Bawah Satu Juta, Pertama Kalinya Sejak 2020

Data dari Jeju Tourism Corporation mencatat hanya 963.401 wisatawan domestik berkunjung sepanjang Juli 2026. Angka ini menurun 12,4 persen atau berkurang 136.620 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ini adalah pertama kalinya jumlah pengunjung bulanan di bawah satu juta orang sejak pandemi mulai berlangsung pada 2020. Tren penurunan masih berlanjut hingga Agustus; rata-rata kunjungan harian pada 1-23 Agustus tercatat 35.295 orang, sedikit lebih rendah dari 35.575 orang pada periode yang sama tahun lalu.

Empat Kasus dalam Tiga Hari: Dari Halim hingga Jocheon

Perhatian publik tertuju pada kasus Jang Mi-ran, perempuan 37 tahun yang dilaporkan hilang sejak Mei. Jenazahnya ditemukan di lahan pertanian di Halim pada 24 Agustus, hanya sekitar 400 meter dari tempat ia pernah menginap dalam waktu cukup lama.

Penemuan itu kian menjadi sorotan karena dugaan kekeliruan penanganan laporan orang hilang. Petugas yang menangani perkara Jang disebut sempat menutup laporan dengan alasan telah menghubungi orang yang bersangkutan.

Sebelumnya, jenazah pria berusia sekitar 60 tahun yang juga dikaitkan dengan penanganan petugas tersebut ditemukan di kawasan Gujwa pada 22 Agustus. Dua jenazah lain ditemukan di Jocheon dan Aewol. Keempat kasus masih dalam penyelidikan dan belum dinyatakan saling berhubungan.

Kekhawatiran Wisatawan: Dari Jalan Kaki Sendiri hingga Rencana Liburan Keluarga

Kang, wisatawan 29 tahun yang rutin mengunjungi Jeju setiap musim gugur, mengaku mengubah kebiasaannya. "Dulu, saya sering berjalan-jalan di kawasan permukiman, menikmati perjalanan yang santai. Namun, setelah kejadian hilangnya seseorang baru-baru ini, saya mulai merasa takut berjalan sendirian di Jeju," ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Kekhawatiran serupa juga ramai dibahas di forum daring Korea Selatan. Sejumlah pengguna mengaku ragu melanjutkan perjalanan yang telah disiapkan, termasuk rencana liburan ke Jeju pada Oktober. Ada pula keluarga yang membatalkan rencana karena sang anak merasa takut setelah mengetahui rangkaian kejadian.

Lee, pekerja kantoran berusia 23 tahun, bahkan menyarankan ibunya menunda kunjungan akhir tahun. "Saya mengkhawatirkan keselamatan ibu saya yang berencana mengunjungi Jeju akhir tahun. Sebaiknya ditunda hingga situasi dirasa lebih aman," katanya.

Pelaku Akomodasi di Halim Mulai Kebanjiran Pertanyaan Keamanan

Kekhawatiran itu berdampak langsung pada pelaku usaha akomodasi, terutama di kawasan Hallim yang selama ini dikenal nyaman bagi wisatawan solo. Pemilik penginapan di sana mengaku mulai menerima pertanyaan dari calon tamu soal kondisi keamanan di sekitar tempat menginap.

Pemilik penginapan berusaha meyakinkan bahwa lingkungan sekitar memiliki penerangan yang memadai. "Lampu jalan tersedia di sepanjang kawasan dan beberapa lampu tambahan dipasang dengan jarak kurang lebih 20 hingga 30 meter," jelasnya. Kondisi ini dinilai membuat area tetap aman digunakan tanpa perlu menganggap seluruh Jeju sebagai lokasi berbahaya.

Pemilik akomodasi lain di wilayah tersebut juga mengaku menerima lebih banyak telepon dari orang-orang yang menanyakan keamanan. Informasi mengenai kasus orang hilang dan penemuan jenazah yang tersebar cepat melalui media sosial disebut menjadi pemicu utama meluasnya kekhawatiran publik.

Tips Berkunjung ke Jeju di Tengah Situasi Tidak Menentu

Bagi traveler yang tetap ingin mengunjungi Jeju, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, selalu informasikan rencana perjalanan harian kepada pihak penginapan atau keluarga di rumah. Kedua, hindari berjalan sendirian di area permukiman yang sepi, terutama setelah gelap.

Ketiga, manfaatkan area yang memiliki penerangan jalan yang baik. Kawasan Halim, misalnya, telah dilengkapi lampu tambahan dengan jarak 20-30 meter. Keempat, pantau terus perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang setempat sebelum dan selama berada di Jeju.

Untuk informasi terkini mengenai situasi keamanan dan status penyelidikan, wisatawan dapat mengonfirmasi langsung melalui kanal resmi pemerintah Jeju atau kantor polisi setempat. Pulau ini tetap menawarkan keindahan alam yang luar biasa, namun kewaspadaan ekstra menjadi kunci utama selama masa transisi ini.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks