Pencarian

Garmin dan PBESI Satukan Kekuatan, Sports Science Jadi Andalan Timnas Esports RI di Asian Games 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 • 09:19:02 WIB
Garmin dan PBESI Satukan Kekuatan, Sports Science Jadi Andalan Timnas Esports RI di Asian Games 2026
Atlet esports Timnas Indonesia menjalani pemantauan kondisi fisiologis melalui perangkat Garmin vívoactive 6 di Pelatnas.

NUSA TENGGARA TIMUR — Jakarta - Kolaborasi ini bukan seremonial belaka. Melalui skema Garmin Health, ekosistem enterprise yang biasanya digunakan untuk olahraga konvensional, PBESI mendapatkan akses penuh ke perangkat vívoactive 6 serta dasbor analitik Garmin Clipboard. Data fisiologis atlet seperti detak jantung, tingkat stres, hingga kualitas tidur akan terpantau secara real-time oleh tim pelatih.

Business Development Manager Garmin Health Indonesia, David Hartono, menegaskan bahwa kerja sama ini jauh melampaui sekadar pengadaan alat.

"Kemitraan bersama PBESI jauh melampaui sekadar pengadaan wearable, ini adalah pembuktian kapabilitas ekosistem enterprise Garmin Health," ujar David di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Body Battery, Senjata Rahasia Lawan Burnout di Pelatnas

Atlet esports profesional hidup di dunia dengan beban kognitif ekstrem. Tekanan mental saat scrimmage dan turnamen kerap memicu kondisi tilt yang merusak performa. Garmin menjawab tantangan ini dengan teknologi Firstbeat Analytics dan sensor Elevate yang tertanam di vívoactive 6.

Fitur unggulan seperti Body Battery—yang dianalogikan sebagai "HP Bar" tubuh—menjadi indikator utama. Pelatih kini bisa membaca sisa energi atlet secara akurat. Jika indikator menunjukkan angka kritis, porsi latihan bisa langsung dikurangi sebelum atlet mengalami kelelahan kronis atau burnout.

Marcom Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna, menjelaskan bahwa performa di layar monitor sangat ditentukan oleh kondisi tubuh di luar jam latihan.

"Melalui Body Battery, Stress Tracking, Sleep Score dan berbagai insight kesehatan pada vívoactive 6, atlet dapat lebih memahami pola energi, stres, dan pemulihan mereka sehari-hari," kata Rian.

Dasbor Terpusat: Cara Baru Pelatih Membaca Kesiapan Atlet

Garmin Clipboard berfungsi sebagai pusat kendali data bagi jajaran pelatih PBESI. Seluruh data dari 50 perangkat atlet dapat ditarik secara nirkabel dalam satu waktu, menghilangkan kebutuhan untuk memeriksa smartwatch satu per satu.

Informasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan penting: menentukan atlet mana yang siap menjalani scrimmage berat, siapa yang butuh pemulihan ekstra, dan bagaimana mengatur porsi strength training agar tidak mengganggu refleks bermain.

Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, menyambut baik pendekatan berbasis data ini. Menurutnya, persaingan di panggung internasional tidak lagi bisa dimenangi hanya dengan kemampuan mekanik semata.

"Di level kompetisi global seperti Asian Games, kemampuan mekanik in-game saja tidak cukup. Kita berhadapan dengan margin of error sepersekian detik yang sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental atlet," ujarnya.

Dengan dukungan sports science ini, PBESI berharap Timnas Esports Indonesia mampu tampil konsisten dan mencapai target tertinggi: merebut medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks