KUPANG — Event Budaya Kelurahan Nunleu Tahun 2026 tidak sekadar panggung hiburan. Selama tiga hari, warga dan tamu undangan merasakan langsung pengalaman menyeluruh tentang tradisi Manggarai, mulai dari tutur bahasa adat, kudapan khas, hingga hidangan utama yang disajikan.
Warga Gotong Royong Rencanakan Acara
Plh. Lurah Nunleu, Ade A.P. Ndoen, menjelaskan bahwa kesuksesan acara ini merupakan hasil kerja kolektif. Pihak kelurahan merangkul ketua RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga pemuda Karang Taruna sejak tahap perencanaan.
“Jadi program pemerintah tentang sosial budaya ini, kami dari Kelurahan Nunleu sudah melakukan program tersebut dalam hal event budaya Kelurahan Nunleu pada bulan Juni lalu. Kegiatan tersebut melibatkan semua RT, RW, LPM, dan Karang Taruna,” ujar Ade.
Totalitas Adat Manggarai di Setiap Sesi
Keunikan festival ini terletak pada konsistensi penerapan adat Manggarai di setiap sesi. Tidak hanya di atas panggung, tata cara penyambutan tamu undangan, penggunaan bahasa daerah, hingga jenis cemilan dan minuman yang disajikan semuanya mengikuti pakem tradisi.
“Dari penerimaan tamu, bahasa, cemilan, minuman, juga makanan untuk tamu semuanya dilakukan secara adat Manggarai yang kami angkat,” ungkap Ade A.P. Ndoen.
Dukung Visi Pemkot Kupang sebagai Rumah Bersama
Langkah Kelurahan Nunleu ini beriringan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis. Pemkot mendorong setiap kelurahan menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan antar-etnis dan menjadikan Kota Kupang sebagai “rumah bersama” yang harmonis dan inklusif.
Festival yang mengangkat kekayaan warisan tradisi etnis Manggarai ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa program sosial budaya pemerintah bisa berjalan dengan partisipasi aktif warga dari tingkat RT hingga kelurahan.