MAUMERE — Abu vulkanik kembali mengganggu lalu lintas penerbangan di Flores. Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Kabupaten Sikka resmi ditutup sejak Rabu (15/7/2026) menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang mengeluarkan kolom abu tebal.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Partahian Panjaitan, mengonfirmasi penghentian operasional ini dilakukan demi keselamatan penerbangan.
"Hari ini operasi penerbangan di Bandara Frans Seda ditutup sementara akibat dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki," kata Partahian saat dihubungi, Rabu.
Kolom Abu 400 Meter dan Durasi Erupsi Hampir 3 Menit
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki mencatat erupsi terjadi pukul 08.16 Wita. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal menjulang hingga 400 meter di atas puncak, atau sekitar 1.984 meter di atas permukaan laut.
Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22,2 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 59 detik. Arah abu bergerak ke barat daya hingga barat, mengarah langsung ke jalur penerbangan Bandara Frans Seda.
Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Diminta Hubungi Maskapai
Penutupan bandara berlaku hingga Kamis (16/7/2026) pukul 06.00 Wita. Akibatnya, seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Maumere untuk sementara dihentikan.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang yang sudah memiliki tiket untuk menghubungi maskapai masing-masing guna mendapatkan informasi jadwal terbaru. Belum ada pernyataan resmi mengenai jumlah penerbangan dan penumpang yang terdampak.
Ini bukan kali pertama Bandara Frans Seda lumpuh akibat abu vulkanik. Lokasinya yang berada di jalur abu dari Gunung Lewotobi Laki-laki membuat bandara ini rentan ditutup setiap kali gunung api di Flores Timur itu mengalami erupsi signifikan.