Pencarian

Kerja Sama Rp 8 Triliun dengan Belarusia Diteken, Pertamina dan Pupuk Indonesia Kebagian Jatah Impor Bahan Pupuk

Kamis, 02 Juli 2026 • 12:13:31 WIB
Kerja Sama Rp 8 Triliun dengan Belarusia Diteken, Pertamina dan Pupuk Indonesia Kebagian Jatah Impor Bahan Pupuk
Penandatanganan kerja sama senilai Rp 8 triliun antara Indonesia dan Belarusia di bidang bahan baku pupuk.

NUSA TENGGARA TIMUR — Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan dan energi. Salah satu poin krusial yang disepakati adalah pemenuhan bahan baku pupuk dari Belarusia.

"Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia," ujar Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Bahan baku yang dimaksud adalah potas atau kalium, komponen utama pupuk NPK yang selama ini masih bergantung pada impor. Dengan kepastian pasokan dari Belarusia, Pupuk Indonesia bisa menjaga stabilitas produksi pupuk bersubsidi untuk petani di dalam negeri.

Komitmen Bisnis Rp 8 Triliun, Pertamina-PLN Bisa Masuk

Pertemuan bisnis antara pengusaha Indonesia dan Belarusia yang digelar di Jakarta telah menghasilkan komitmen awal senilai US$ 500 juta. Angka itu, menurut Sugiono, masih akan terus ditingkatkan.

"Kalau saya tidak salah laporannya itu US$500 juta. Dan saya kira ini juga kedua presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara," lanjut Sugiono.

Selain Pupuk Indonesia, BUMN energi seperti Pertamina dan PLN berpotensi masuk dalam skema kerja sama ini. Belarusia memiliki teknologi di sektor energi dan alat berat yang bisa diadopsi untuk proyek ketenagalistrikan dan hilirisasi migas di Indonesia.

Rekam Jejak Prabowo dan Lukashenko

Ini bukan kali pertama Prabowo bertemu Lukashenko. Juli 2025 lalu, Presiden Indonesia sempat mendatangi kediaman pribadi Lukashenko di kawasan Ozyorny, luar kota Minsk. Pertemuan kala itu membahas kebutuhan strategis masing-masing negara, terutama komoditas dan pupuk.

"Belarus butuh banyak komoditas dari kita dan kita juga membahas sama mereka karena kita butuh untuk pupuk, potas, dan sebagainya," ujar Prabowo kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma kala itu.

Dengan peta jalan baru ini, Indonesia tidak hanya mengamankan pasokan pangan dan energi, tetapi juga membuka peluang ekspor komoditas tropis seperti sawit, karet, dan kopi ke Belarusia. Bagi Pupuk Indonesia dan Pertamina, ini adalah kepastian pasokan bahan baku yang selama ini menjadi simpul kritis rantai produksi nasional.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks