Pencarian

Warga Flores Timur Protes Praktik Pengisian Pertalite ke Jeriken Berjalan Bebas di Tengah Kelangkaan BBM Selama Tiga Pekan

Selasa, 30 Juni 2026 • 02:50:31 WIB
Warga Flores Timur Protes Praktik Pengisian Pertalite ke Jeriken Berjalan Bebas di Tengah Kelangkaan BBM Selama Tiga Pekan
Antrean panjang kendaraan tampak di SPBU Larantuka saat kelangkaan BBM berlangsung.

LARANTUKA — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Flores Timur telah berlangsung selama tiga pekan terakhir. Di tengah situasi itu, warga menyoroti praktik pengisian pertalite ke dalam jeriken yang masih berjalan tanpa hambatan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Padahal, Pertamina tengah mengurangi kuota pasokan BBM ke seluruh SPBU di daerah tersebut.

Antrean Mengular, Warga Rela Menunggu Berjam-jam

Senin (29/6/2026) siang, antrean kendaraan masih terlihat mengular hingga ratusan meter di tiga SPBU yang beroperasi di Kota Larantuka. Yohanes Nandri (30), warga Larantuka, mengaku harus menghabiskan waktu dua jam hanya untuk mengantre BBM di pom bensin setempat.

“Mau minyak (BBM) langka atau tidak, tetap saja mereka lancar isi ke jeriken. Coba ini (distribusi) diatur baik-baik supaya lebih tertib, yang susah nanti kami masyarakat,” ujar Yohanes kepada Ekora NTT, Senin siang.

Harga Eceran Melonjak, Volume Berkurang

Kelangkaan ini juga memicu lonjakan harga di tingkat pengecer. Harga pertalite eceran per botol naik drastis hingga menembus Rp30 ribu, dari harga biasa Rp20 ribu per botol. Lebih parahnya lagi, volume BBM di dalam botol eceran itu dikurangi hampir separuh badan botol.

Pembelian Jeriken Berdalih Rekomendasi Pemkab

Sumber internal SPBU yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, pembelian BBM lewat jeriken biasanya dilakukan setelah mengantongi surat rekomendasi dari Pemkab Flores Timur. Ironisnya, mekanisme ini justru menjadi bumerang karena pasokan BBM untuk warga umum menjadi terganggu.

“Kalau dibilang langka, sebenarnya tidak juga, masih bisa diatasi asalkan batasi yang jeriken-jeriken ini,” kata sumber tersebut.

Pemkab Belum Memberikan Tanggapan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Flores Timur, Tarsisius Kopong, belum memberikan komentar terkait kelangkaan BBM maupun jumlah penyalur yang mengantongi rekomendasi. Melalui sambungan telepon, Tarsisius menyatakan sedang menghadiri rapat penting dan meminta waktu di luar jam dinas untuk memberikan klarifikasi.

“Nanti saya hubungi, masih ada rapat,” ujarnya singkat.

Bagikan
Sumber: ekorantt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks