KUPANG — Sebanyak 14 kapal pesiar telah mengonfirmasi rencana berlabuh di Pelabuhan Tenau, Kupang, sepanjang tahun 2026. General Manager PT Pelindo Cabang Kupang Andhik Wahyu Kristianto mengungkapkan, setiap kapal akan bersandar selama delapan jam, memberi waktu bagi wisatawan untuk menjelajahi kota.
PT Pelindo menyiapkan fasilitas pelabuhan berstandar internasional dan membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menjajakan produk kuliner, kriya, dan fesyen. Kunjungan perdana dijadwalkan pada Juli 2026, dengan potensi perpanjangan jadwal hingga 2027.
Destinasi Unggulan: Istana Raja Nisnoni hingga Pasar Tradisional
Pemkot Kupang membenahi sejumlah destinasi untuk menyambut wisatawan kapal pesiar. Salah satu prioritas adalah Istana Raja Nisnoni di Naikoten, situs sejarah yang tengah ditata ulang aksesibilitasnya. Selain itu, agenda budaya Saboak juga disiapkan sebagai atraksi khusus.
Wali Kota Christian Widodo mengatakan, Kota Kupang memiliki beragam Daya Tarik Wisata (DTW)—mulai wisata alam, budaya, hingga buatan—yang siap melayani segmen minat khusus. "Pemkot Kupang terus berbenah dalam menata destinasi dari sisi aksesibilitas, atraksi, dan amenitas sehingga wisatawan merasa nyaman untuk berkunjung," ujarnya di Kupang, Senin.
ASITA Siapkan Paket Wisata Minat Khusus untuk Turis Kapal Pesiar
Wakil Ketua I DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTT Johny Rohi mendorong anggota asosiasi menyusun paket wisata sesuai profil wisatawan kapal pesiar. Menurutnya, turis jenis ini umumnya menyukai wisata minat khusus seperti situs sejarah, kuliner lokal, tenun, kerajinan berbahan lokal, pasar tradisional, hingga pertunjukan seni budaya.
DPD ASITA NTT bersama Bank Indonesia Perwakilan NTT juga menggelar boothcamp dan pelatihan bahasa Inggris praktis bagi pelaku UMKM serta pengelola desa wisata. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan mancanegara yang akan datang.
Pemkot Pastikan Penguatan Transportasi dan SDM Pariwisata
Christian menambahkan, pemerintah tidak hanya membenahi destinasi, tetapi juga memperkuat aspek transportasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha pariwisata. "Hal ini tentu memberi dampak yang sangat besar bagi pengembangan ekosistem perekonomian daerah serta upaya membangun citra wisata Kota Kupang yang aman dan nyaman untuk dikunjungi," kata wali kota.
Ia berharap kunjungan kapal pesiar mampu mendorong pergerakan ekonomi lokal, baik melalui perjalanan mandiri wisatawan maupun paket wisata yang disiapkan agen perjalanan. Dengan persiapan yang matang, Kota Kupang optimistis menjadi salah satu destinasi pilihan kapal pesiar di Indonesia Timur.