NUSA TENGGARA TIMUR — Sepanjang 2025, Pelindo membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 35,48 triliun atau tumbuh 9 persen secara tahunan. Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyebut pencapaian ini merupakan hasil transformasi yang terus dijalankan untuk memperkuat daya saing pelabuhan nasional.
“Capaian ini merupakan hasil dari upaya transformasi yang terus dijalankan Pelindo untuk meningkatkan kualitas layanan, produktivitas operasional, serta memberikan nilai tambah yang lebih luas bagi negara dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/6/2026).
Arus Peti Kemas dan Penumpang Meningkat Signifikan
Pertumbuhan kinerja tersebut tecermin dari indikator operasional. Arus peti kemas mencapai 19,8 juta TEUs, naik 5 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, arus kapal tercatat 1,42 miliar gross tonnage (GT) dan arus penumpang menyentuh 20,4 juta orang, masing-masing meningkat 1 persen dan 5 persen.
Momentum positif berlanjut hingga awal 2026. Hingga Mei 2026, arus peti kemas mencapai 8,21 juta TEUs, tumbuh 7 persen secara year-on-year (YoY). Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan arus peti kemas internasional sebesar 10 persen, sementara domestik tumbuh 4 persen.
Pada periode yang sama, kunjungan kapal tercatat 563 juta GT (naik 1 persen) dan arus penumpang mencapai 9,45 juta orang, tumbuh 7 persen.
Transformasi Berlanjut, Fokus pada Digitalisasi dan Konektivitas
Achmad menjelaskan, capaian awal 2026 menunjukkan transformasi Pelindo berada di jalur yang tepat. “Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan, meningkatkan daya saing pelabuhan nasional, serta mendukung kelancaran rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambahnya.
Melalui RUPST Tahun Buku 2025, Pelindo menegaskan komitmen melanjutkan program strategis. Fokusnya mencakup peningkatan kapasitas dan kualitas layanan pelabuhan, digitalisasi proses bisnis, serta penguatan konektivitas maritim. Inisiatif ini diharapkan memperkuat peran Pelindo sebagai penggerak konektivitas nasional sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi negara dan pengguna jasa.