NUSA TENGGARA TIMUR — Program co-firing yang dijalankan PLN EPI mendapat sorotan positif di tingkat nasional. Penggunaan biomassa dari residu pertanian dinilai tidak hanya membantu target transisi energi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani. Penghargaan kategori Agricultural Productivity for Food & Bioenergy ini diserahkan langsung oleh Chairman Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) sekaligus CEO PT Tender Indonesia, Tito Loho, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Sinergi Sektor Pangan dan Energi
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menegaskan bahwa sektor pertanian kini memiliki peran ganda. Selain menjaga ketahanan pangan, sektor ini menjadi tulang punggung pasokan bahan baku energi terbarukan.
"Sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional," kata Mamit dalam keterangan resminya, Kamis (6/8/2026).
Konsep ini menciptakan hubungan saling menguntungkan. Limbah dan residu pertanian yang sebelumnya jarang dimanfaatkan kini memiliki nilai jual sebagai bahan bakar alternatif. PLN EPI secara aktif mendorong produksi dan penyerapan biomassa untuk mendukung program co-firing pada PLTU.
Mengapa Ini Penting bagi Petani dan Lingkungan
Bagi para petani, program ini membuka segmen pasar baru. Hasil samping pertanian seperti jerami, sekam padi, atau tandan kosong kelapa sawit bisa dialihkan menjadi sumber pendapatan tambahan. Bagi lingkungan, substitusi sebagian batu bara dengan biomassa membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kelistrikan.
Penghargaan yang diterima Hokkop Situngkir ini menjadi pengakuan atas konsistensi PLN EPI dalam mengintegrasikan sektor pertanian ke dalam rantai pasok energi. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk mempercepat transisi energi di dalam negeri.
Forum Diskusi Nasional bertema "Peningkatan Produksi Melalui Inovasi Pertanian Modern Menuju Indonesia Swasembada Pangan dan Bioenergi" menjadi ajang bagi PLN EPI untuk menunjukkan bahwa solusi energi dan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, pengembangan biomassa diharapkan terus meluas dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional.