NUSA TENGGARA TIMUR — Omar Artan menjalani perjalanan panjang dari Kenya dengan transit di Istanbul, Turki, sebelum akhirnya dipulangkan kembali tanpa penjelasan rinci. France 24 melaporkan, pihak imigrasi AS tidak memberikan alasan spesifik di balik keputusan tersebut. Dugaan kuat mengarah pada status kewarganegaraan Somalia yang masuk dalam daftar negara terdampak kebijakan pembatasan perjalanan era Presiden Donald Trump.
Paspor Diplomatik Tak Cukup Jadi Jaminan
Artan membawa paspor diplomatik yang seharusnya mempermudah proses administrasi dan keimigrasian. Kedutaan Besar Somalia di Kenya juga telah memfasilitasi seluruh dokumen keberangkatannya. Namun, semua itu tak mampu meloloskan wasit berusia 38 tahun itu melewati pemeriksaan imigrasi AS.
Akun media sosial @goalsside mengonfirmasi insiden tersebut dengan cuitan: "Wasit Somalia Omar Artan dilaporkan ditolak masuk AS meski memegang paspor diplomatik." Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait nasib Artan di Piala Dunia 2026.
Sejarah di Ujung Tanduk
Penunjukan Artan menjadi catatan bersejarah bagi Somalia. Ia merupakan wasit pertama dari negara tersebut yang dipercaya memimpin pertandingan di Piala Dunia. Statusnya sebagai salah satu perangkat asal Afrika yang terpilih untuk edisi 2026 kini berada dalam tanda tanya besar.
Jika akhirnya batal bertugas, ini menjadi pukulan telak tidak hanya bagi Artan secara pribadi, tetapi juga bagi perkembangan sepak bola Somalia di kancah internasional. FIFA belum memberikan pernyataan resmi, namun tekanan publik mulai mengarah pada otoritas sepak bola dunia untuk turun tangan.
Respons Publik dan Langkah Selanjutnya
Kasus ini memicu perdebatan soal diskriminasi dalam penyelenggaraan turnamen global. Banyak pihak mendesak FIFA untuk memastikan seluruh ofisial yang telah ditunjuk bisa menjalankan tugas tanpa hambatan politik atau imigrasi.
Belum ada konfirmasi apakah Artan akan mencoba jalur masuk lain atau mengajukan banding atas keputusan imigrasi AS. Yang jelas, waktu terus berjalan dan Piala Dunia 2026 akan segera bergulir.