Pencarian

149 Keluarga di Dusun Noemuke, Timor Tengah Selatan Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam Setelah Bertahun-Tahun Gelap

Kamis, 04 Juni 2026 • 16:15:02 WIB
149 Keluarga di Dusun Noemuke, Timor Tengah Selatan Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam Setelah Bertahun-Tahun Gelap
Dusun Noemuke, Timor Tengah Selatan, kini menikmati listrik PLN 24 jam setelah bertahun-tahun gelap.

TIMOR TENGAH SELATAN — Malam di Dusun Noemuke kini tak lagi sunyi dan gelap. Setiap rumah dihuni 149 kepala keluarga yang sebelumnya hanya mengandalkan lampu pelita berbahan bakar minyak tanah, kini diterangi listrik yang menyala tanpa henti.

Mama Maria, seorang ibu rumah tangga, mengingat betul perubahan drastis itu. “Kalau dulu malam langsung gelap, anak-anak cepat tidur. Sekarang lampunya terang, mereka bisa duduk belajar lebih lama di meja. PR sekolah jadi selesai, mata juga tidak perih kena asap lagi,” tuturnya kepada Media Indonesia.

Bagi Mama Maria, listrik bukan sekadar penerangan. Ini adalah akses baru bagi anak-anaknya untuk mengejar cita-cita tanpa harus menyipitkan mata di bawah cahaya lampu minyak yang berasap.

Listrik Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga

Dampak serupa juga dirasakan di sektor ekonomi lokal. Yohanes, pemilik warung kelontong di dusun tersebut, kini mulai melihat peluang yang sebelumnya mustahil. “Dulu jualan terbatas, barang cepat basi karena tidak ada pendingin. Sekarang ada listrik, saya mau coba beli kulkas kecil. Jadi bisa jual es batu sama minuman dingin untuk warga di dusun,” ujarnya.

Bagi Yohanes, listrik adalah fondasi untuk menambah penghasilan tanpa harus merantau ke kota. Ia berharap warungnya bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi kecil di kampung halaman.

Pembangunan Infrastruktur di Tengah Medan Berbukit

Proyek ini bukan tanpa tantangan. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menjelaskan kondisi geografis berbukit dan akses terbatas membuat pembangunan harus dilakukan bertahap. PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,03 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,9 kms, serta satu gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.

“Wilayah seperti Noemuke memerlukan kesiapan teknis dan waktu. Dengan infrastruktur yang sudah beroperasi, kami berharap listrik ini dapat dimanfaatkan warga untuk mendukung berbagai aktivitas produktif sehari-hari,” kata Eko.

Komitmen Pemerintah dan PLN untuk Hilangkan Kegelapan

Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, mengapresiasi langkah ini. “Kami memahami setiap wilayah di Timor Tengah Selatan memiliki tantangan geografis yang berbeda. Pembangunan listrik dilakukan bertahap sesuai kemampuan teknis dan alokasi anggaran,” ujarnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa setiap rumah yang berhasil dialiri listrik di pelosok negeri memiliki cerita dan harapan tersendiri. “Sebagai badan usaha milik negara yang diberi amanah menyediakan energi listrik, PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan akses listrik hingga ke pelosok negeri. Hadirnya listrik menjadi fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan,” jelas Darmawan.

Kini, ketika malam tiba di Noemuke, pemandangan yang terlihat tidak lagi sama seperti dulu. Dari sebuah dusun yang pernah akrab dengan gelap, Noemuke menatap masa depan dengan harapan yang lebih terang.

Bagikan
Sumber: mediaindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks