Pencarian

149 Keluarga di Noemuke, NTT Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Warga Buka Harapan Baru untuk Pendidikan dan Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 • 12:21:31 WIB
149 Keluarga di Noemuke, NTT Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Warga Buka Harapan Baru untuk Pendidikan dan Ekonomi
Warga Kampung Noemuke, NTT, kini menikmati listrik PLN 24 jam untuk mendukung pendidikan dan usaha rumah tangga.

TIMOR TENGAH SELATAN — Warga Kampung Noemuke yang sebelumnya hanya mengandalkan lampu pelita atau genset terbatas, kini bisa menyalakan televisi, mengisi daya ponsel, dan menjalankan usaha kecil di rumah tanpa khawatir listrik padam. Pasokan listrik yang stabil ini merupakan hasil program percepatan elektrifikasi desa oleh PLN Unit Induk Wilayah NTT.

Apa Dampak Langsung Listrik 24 Jam bagi Warga Noemuke?

Dengan adanya listrik yang menyala siang dan malam, anak-anak sekolah di Noemuke bisa belajar lebih leluasa setelah Magrib. Sebelumnya, mereka hanya mengandalkan lampu minyak tanah yang penerangannya terbatas dan berisiko bagi kesehatan.

Para ibu rumah tangga juga mulai merintis usaha rumahan, seperti menjahit dan mengolah hasil kebun, yang sebelumnya terhambat karena ketiadaan penerangan dan tenaga listrik yang memadai.

Bagaimana Proses Elektrifikasi di Kampung Terpencil Ini?

PLN menerjunkan tim lapangan untuk membangun jaringan tegangan rendah sepanjang beberapa kilometer melewati medan berbukit. Proses penyambungan dilakukan secara bertahap hingga seluruh 149 kepala keluarga (KK) di kampung tersebut tersambung ke sistem kelistrikan PLN.

“Kami bersyukur. Anak-anak sekarang bisa belajar malam dengan terang. Kami juga bisa menyimpan ikan dan sayur di lemari es, tidak cepat busuk,” ujar salah seorang warga yang ditemui tim PLN di lokasi, Selasa lalu.

Listrik Masuk, Ekonomi Lokal Bergerak

Kehadiran listrik 24 jam tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan. Warung-warung kecil di kampung mulai menjual minuman dingin dan es batu. Beberapa warga juga mulai menggunakan mesin penggiling kopi dan alat perontok jagung bertenaga listrik, yang mempercepat proses produksi.

PLN mencatat, program ini merupakan bagian dari target rasio elektrifikasi di NTT yang terus dikejar. “Kami pastikan tidak ada lagi desa yang gelap gulita di malam hari. Ini komitmen kami untuk keadilan energi,” kata Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN setempat.

Berapa Banyak Warga yang Kini Terlayani Listrik Penuh?

Seluruh 149 keluarga di Kampung Noemuke kini menjadi pelanggan resmi PLN dengan daya listrik yang cukup untuk kebutuhan rumah tangga dasar. Mereka menggunakan listrik prabayar dan bisa memantau pemakaian sendiri.

Pemerintah desa setempat berencana mengusulkan bantuan alat pendingin untuk nelayan dan peternak agar hasil tangkapan dan produksi susu bisa bertahan lebih lama, memanfaatkan pasokan listrik yang sudah stabil.

Apakah Ada Rencana Perluasan ke Kampung Lain?

PLN menyatakan akan terus melakukan penyambungan ke desa-desa terpencil di TTS dan sekitarnya secara bertahap. Kampung Noemuke menjadi salah satu prioritas karena akses jalannya mulai diperbaiki, sehingga memudahkan distribusi material kelistrikan.

Warga berharap dengan adanya listrik, anak-anak mereka bisa mengakses internet untuk belajar daring dan membuka peluang usaha digital ke depannya.

Bagikan
Sumber: suaramerdeka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks