KUPANG — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendengarkan langsung keluhan mahasiswa saat singgah di kawasan Bundaran Adipura, Kota Kupang. Dalam dialog yang berlangsung spontan itu, perwakilan mahasiswa menyoroti buruknya kondisi infrastruktur di Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang.
Mereka melaporkan bahwa akses jalan dan jembatan di wilayah tersebut dalam keadaan memprihatinkan. Kerusakan parah ini dinilai menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik antardesa.
Keluhan Infrastruktur dan BBM Jadi Sorotan
Selain soal jalan dan jembatan, mahasiswa juga mengadukan kelangkaan BBM yang kerap terjadi di Amfoang. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi warga terganggu, terutama bagi mereka yang bergantung pada transportasi roda dua dan roda empat untuk bekerja.
Gibran tampak menyimak setiap poin yang disampaikan. Sesekali, Wapres mencatat sejumlah keluhan yang dianggap krusial untuk segera ditindaklanjuti.
Apa Dampak Kerusakan Jalan Amfoang bagi Warga?
Kerusakan infrastruktur di Amfoang bukan persoalan baru. Warga setempat kerap kesulitan mengangkut hasil pertanian ke pasar karena akses jalan berlubang dan jembatan yang tak layak. Pada musim hujan, sejumlah ruas bahkan nyaris tak bisa dilewati kendaraan.
Kelangkaan BBM memperparah situasi. Warga terpaksa membeli premium dengan harga lebih mahal dari pengecer atau menempuh jarak puluhan kilometer ke kota kecamatan hanya untuk mengisi tangki.
Siapa yang Paling Terdampak di Amfoang?
Masyarakat pedesaan dan petani menjadi pihak yang paling merasakan dampak langsung dari dua persoalan ini. Keterbatasan akses transportasi dan bahan bakar membuat biaya hidup mereka membengkak, sementara pendapatan justru menurun akibat hasil panen tak bisa segera dijual.
Mahasiswa berharap pemerintah pusat melalui Wakil Presiden bisa mendorong percepatan perbaikan jalan dan normalisasi pasokan BBM di Amfoang.
Apakah Ada Tindak Lanjut dari Pertemuan Ini?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana mengenai tindak lanjut atas keluhan mahasiswa di Kupang. Namun, sikap Gibran yang mencatat langsung setiap poin menjadi sinyal bahwa persoalan ini akan dibawa ke meja koordinasi pemerintah pusat dan daerah.
Warga Amfoang berharap pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan membawa perubahan nyata bagi akses jalan dan ketersediaan BBM di kampung mereka.