Pencarian

Vanina Mayra Hunga Putri, Gadis Sumba dari Kampung Kambauni, Melaju ke Audisi Miss Indonesia 2026 Bawa Cerita Budaya NTT

Senin, 25 Mei 2026 • 17:39:01 WIB
Vanina Mayra Hunga Putri, Gadis Sumba dari Kampung Kambauni, Melaju ke Audisi Miss Indonesia 2026 Bawa Cerita Budaya NTT
Vanina Mayra Hunga Putri, gadis Sumba dari Kampung Kambauni, melaju ke audisi Miss Indonesia 2026.

JAKARTA — Vanina Mayra Hunga Putri, perempuan asal Sumba Timur yang akrab disapa Rambu Vani, kini melangkah ke babak audisi awal Miss Indonesia 2026. Ia datang dari Kampung Kambauni, Tanarara, untuk membawa cerita tentang Nusa Tenggara Timur ke panggung nasional.

Apa Misi Rambu Vani di Ajang Miss Indonesia 2026?

Rambu Vani tak ingin kontes kecantikan ini sekadar ajang adu penampilan. Ia ingin memperkenalkan potensi daerah NTT yang beragam. “Budaya, pariwisata, kain tenun, dan potensi daerah di NTT layak semakin dikenal dan dihargai,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini juga berencana melanjutkan pendidikan Magister Kenotariatan di Jakarta. Komitmennya di bidang hukum dan pemberdayaan masyarakat menjadi bekal utama.

Komunitas Asa Serena Circle dan Advokasi Perempuan

Di luar dunia pageant, Rambu Vani aktif sebagai freelance model dan kreator konten. Bersama rekannya, ia mendirikan komunitas pemberdayaan perempuan bernama Asa Serena Circle. Ruang ini mendorong perempuan muda berkembang melalui kreativitas, pendidikan, dan dukungan sosial.

Ia juga terlibat langsung dalam advokasi sosial, terutama perlawanan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), perlindungan perempuan, dan perlindungan anak. “Perempuan muda perlu memiliki ruang aman untuk bertumbuh sekaligus akses yang setara terhadap pendidikan dan pengembangan diri,” ucapnya.

Kain Tenun NTT sebagai Identitas Budaya

Dalam berbagai kesempatan, Rambu Vani kerap mengenakan kain tenun khas Nusa Tenggara Timur. Ia memakai tenun dari Sumba, Flores, Timor, dan sejumlah daerah lain sebagai bentuk apresiasi terhadap karya para perempuan penenun.

Menurut dia, tenun ikat NTT bukan sekadar busana tradisional. Ia adalah warisan budaya yang lahir dari ketekunan, nilai hidup, dan kreativitas perempuan-perempuan NTT selama bergenerasi.

Kiprah Lintas Budaya hingga Rusia

Rambu Vani juga tergabung dalam Rusfluence sebagai Content Creator dan Cultural Ambassador Indonesia–Russia Relations. Pengalaman ini memperluas perjumpaannya dengan beragam budaya sekaligus memperkuat kepeduliannya terhadap isu sosial dan kemanusiaan.

Putri dari Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga itu berharap langkahnya bisa membawa kebanggaan bagi NTT. “Semoga saya bisa memberikan yang terbaik dan membawa sesuatu yang membanggakan bagi NTT,” katanya.

Bagikan
Sumber: selatanindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks