KUPANG — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memastikan pembebasan UKT semester ini menyasar mahasiswa yang tercatat dalam data terdampak bencana. Jika kondisi pemulihan belum membaik, pemerintah menyiapkan tambahan keringanan satu semester berikutnya.
"Kita akan memberikan bantuan UKT untuk satu semester di tahap ini, sementara ini untuk 5.000 mahasiswa sesuai data yang disampaikan. Kita akan lihat kalau memang masih diperlukan, kita juga akan menambah satu semester lagi," kata Brian dalam keterangan yang dikutip Antara, Kamis (27/8/2026).
Keringanan Tidak Hanya untuk yang Kuliah di NTT
Bantuan ini tidak terbatas pada mahasiswa yang berkuliah di kampus-kampus dalam provinsi. Brian menegaskan pihaknya juga siap menjangkau keluarga mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah terdampak.
Kemdiktisaintek disebut telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan prioritas masyarakat di lapangan.
Kampus Bergerak: Dari Asesmen Logistik hingga Kapal Rumah Sakit
Di luar kebijakan UKT, sejumlah perguruan tinggi telah mengerahkan sumber dayanya untuk penanganan darurat. Universitas Nusa Cendana (Undana) misalnya, disebut telah melakukan asesmen dan mendistribusikan logistik ke sejumlah kabupaten yang porak-poranda akibat gempa.
Dari luar NTT, Universitas Mataram (Unram) turun membantu penyediaan air bersih, pembersihan rumah warga, pembangunan sanitasi kamar mandi darurat, serta mendukung operasional dapur umum. Sementara itu, Universitas Airlangga (Unair) mengirimkan tim medis spesialis bedah ortopedi dan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga ke Manggarai Timur.
Fokus pada Keberlanjutan Studi Korban Bencana
Brian mengapresiasi keterlibatan aktif perguruan tinggi yang langsung bergerak membantu masyarakat. Menurutnya, pembebasan UKT adalah bagian dari upaya menjaga hak mahasiswa untuk tetap melanjutkan pendidikan di tengah situasi darurat.
"Keluarga besar Kemdiktisaintek dan seluruh kampus menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi di NTT," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pendataan mahasiswa terdampak masih terus dilakukan. Kemdiktisaintek membuka kemungkinan perluasan jumlah penerima bantuan jika data di lapangan menunjukkan kebutuhan yang lebih besar dari angka awal 5.000 mahasiswa.