Pencarian

Dosen dan Mahasiswa FPKP Undana Terjun ke Pasir Panjang dan TTS, Uji Larutan NPK Lawan Penyakit Ice-Ice Rumput Laut

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:23:01 WIB
Dosen dan Mahasiswa FPKP Undana Terjun ke Pasir Panjang dan TTS, Uji Larutan NPK Lawan Penyakit Ice-Ice Rumput Laut
Tim dosen dan mahasiswa FPKP Undana mengamati pertumbuhan rumput laut di perairan Pasir Panjang menggunakan perahu kayu.

Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menerapkan dua inovasi perikanan untuk menekan penyakit ice-ice pada rumput laut di perairan Pasir Panjang dan menggenjot budidaya ikan air tawar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Inisiatif ini diharapkan meningkatkan produktivitas ekonomi warga pesisir sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT).

KUPANG — Dua program unggulan itu mencakup penelitian perendaman bibit rumput laut menggunakan larutan NPK serta pengabdian masyarakat berupa budidaya ikan air tawar memakai kolam terpal di Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan, TTS. Kegiatan ini melibatkan tim dosen yang dipimpin Dr Ade Y H Lukas dan Tania Nilakandhi bersama tiga dosen serta tiga mahasiswa fasilitator.

Megi Agustina Messakh, mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan FPKP Undana, menjelaskan riset rumput laut dilakukan dengan merendam bibit Eucheuma cottonii dalam larutan NPK sebelum ditanam. Metode ini diuji efektivitasnya untuk mencegah pemucatan thallus, kerapuhan, dan penurunan kadar karaginan yang kerap dikaitkan dengan penyakit ice-ice.

Pengamatan Langsung di Laut Pakai Perahu Kayu

Tim peneliti mengamati pertumbuhan rumput laut dan intensitas gejala penyakit secara langsung di lokasi budidaya menggunakan perahu kayu. Pengamatan berkala ini bertujuan mendapatkan data akurat tentang respons bibit terhadap perlakuan awal tersebut.

“Penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi teknis perlakuan awal bibit yang efektif untuk meningkatkan ketahanan rumput laut terhadap ice-ice, sehingga mendukung keberlanjutan usaha budi daya di pesisir NTT,” kata Megi di Kupang, Rabu.

Kolam Terpal untuk Lawan Stunting di TTS

Di Desa Oinlasi, program pengabdian masyarakat berfokus pada penyuluhan, aklimatisasi ikan, dan praktik langsung Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Teknologi kolam terpal dipilih karena bisa diterapkan di lahan terbatas, hemat air, serta relatif murah dan mudah dibuat di sekitar rumah.

Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta terhadap CBIB dan pengelolaan kualitas air meningkat signifikan. Skor pemahaman naik dari 32,4 persen pada pre-test menjadi 86,8 persen pada post-test.

Ikan yang dibudidayakan di kolam terpal pekarangan rumah diharapkan menjadi sumber protein hewani bagi keluarga balita sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.

Kontribusi Kampus untuk Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Sub Koordinator Humas Undana Ollien Manggol menyebut kedua inovasi ini merupakan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan ekonomi dan kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal. Budidaya rumput laut yang lebih tahan penyakit diharapkan mengurangi risiko kerugian pembudidaya pesisir.

Melalui riset dan pengabdian masyarakat ini, FPKP Undana mendorong pemanfaatan teknologi sederhana dan terjangkau untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung upaya penanganan stunting di NTT.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks