SUMBA BARAT DAYA — Korban bernama Yulius Dapa Moda alias Lius (19), warga Kampung Lete Bulana, Desa Wee Baghe, meninggal di tempat kejadian dengan luka terbuka pada kepala. Pohon kemiri yang tumbang bukan pohon yang sengaja ditebang, melainkan pohon di sekitar mahoni yang ikut jatuh saat mahoni roboh.
Kapolres Sumba Barat Daya AKBP Harianto Rantesalu melalui Kasat Reskrim Iptu Yakobus K. Sanam menyatakan peristiwa itu murni kecelakaan akibat kelalaian. "Benar, telah terjadi kecelakaan karena lalai yang mengakibatkan terjadi korban jiwa akibat tertimpa pohon kemiri," ujar Yakobus, Sabtu (7/11/2026).
Kronologi: Dari Ajakan ke Kebun hingga Pohon Kemiri Ikut Tumbang
Peristiwa bermula Jumat pagi ketika Daniel Malo Kii alias Ama Dan (45) dan Petrus Lede Bulu alias Ama Marsel (45) mendatangi Yansenius Edison Ate alias Yance (17). Keduanya mengajak Yance ke kebun di belakang kampung untuk menebang pohon mahoni.
Petrus memanjat dan mengikat tali pada batang mahoni sebelum memotongnya dengan sensor kayu. Karena tali tertinggal di rumah Daniel, Yance sempat kembali ke kampung untuk mengambilnya.
Di kampung, Daniel bertemu Dedi Ola Wala alias Dedi (16) dan mengajaknya ikut ke kebun. Saat Petrus menebang pohon, korban datang untuk menonton. Daniel lalu memanggil korban dan memintanya membantu Yance dan Dedi menarik batang pohon.
Korban berdiri paling depan sambil memegang tali, sedangkan Yance dan Dedi berada di belakangnya. Ketika mahoni tumbang, pohon itu menimpa pohon kemiri di sekitarnya hingga ikut roboh dan menimpa korban.
Dua Terlapor Diamankan, Satu Unit Sensor Belum Ditemukan
Melihat korban tertimpa, Daniel dan Petrus dilaporkan lari meninggalkan lokasi dengan membawa satu unit sensor yang dipakai menebang. Yance masih sempat berusaha mengangkat dahan pohon yang menimpa korban sebelum keluarga datang dan memindahkan jenazah ke rumah duka.
Polisi yang tiba di lokasi menemukan dua pohon tumbang, yakni mahoni dan kemiri, serta tali nilon biru sepanjang sekitar 100 meter. Satu unit sensor kayu tidak ditemukan di tempat kejadian.
Daniel dan Petrus kini diamankan di Polres Sumba Barat Daya. "Keduanya diamankan. Status penanganan perkaranya masih lidik," ujar Yakobus.
Penyidik akan mempercepat pemeriksaan saksi dan kedua terlapor. Keluarga korban berencana membuat laporan polisi dan meminta kasus ini diusut tuntas.