NUSA TENGGARA TIMUR — Kepala BNPPDT Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menargetkan pembangunan Tugu Titik Nol Kilometer Selatan Indonesia di Rote Ndao, NTT, mulai dikerjakan pada triwulan I atau II 2027. Peninjauan lokasi pada Sabtu (24/10/2026) itu sekaligus menyerap aspirasi warga perbatasan soal jalan desa, sumur bor, hingga jaringan internet.
Rote Ndao, NTT — Rencana pembangunan tugu penanda geografis paling selatan Indonesia itu dibahas langsung bersama masyarakat Kecamatan Rote Selatan. Maruli menegaskan, proyek penanda batas negara tidak boleh berjalan sendirian tanpa perbaikan layanan dasar di sekitarnya.
Ia menyebut jalan, air bersih, dan fasilitas pendukung lain akan diupayakan berbarengan dengan pembangunan tugu. Menurut Maruli, kebutuhan warga di kawasan perbatasan menjadi pertimbangan utama sebelum proyek itu masuk tahap konstruksi.
Jembatan Garuda dan Akses Antardesa
Selain tugu, peninjauan menyoroti konektivitas antara Desa Dodaek dan Desa Tebole. Kedua desa di Kecamatan Rote Selatan itu membutuhkan Jembatan Garuda sebagai penghubung.
Maruli meminta jembatan sederhana yang masih rusak di wilayah tersebut diidentifikasi lebih dulu agar bisa segera ditindaklanjuti. Warga diminta melapor ke Dandim setempat bila menemukan akses jembatan yang perlu diperbaiki.
"Kalau masih ada jembatan yang perlu di daerah sini, kasih tahu Dandim saja. Nanti kita segera perbaiki. Nanti dipetakan juga tentang air bersihnya, ya," ujar Maruli.
Daftar Kebutuhan yang Disampaikan Warga
Dalam diskusi dengan masyarakat, sejumlah aspirasi muncul dan langsung dicatat tim BNPPDT. Perbaikan jalan desa menjadi salah satu permintaan yang paling banyak disampaikan.
- Perbaikan jalan desa yang menghubungkan permukiman warga
- Penyediaan alat pertanian untuk menunjang mata pencaharian
- Pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih
- Akses jaringan internet di kawasan perbatasan
Masukan itu menjadi bahan bagi BNPPDT untuk menyusun prioritas pembangunan. Pemetaan kondisi air bersih diminta dilakukan agar penentuan lokasi sumur bor tidak salah sasaran.
Target Mulai Dibangun Tahun Depan
Maruli berharap konstruksi tugu bisa dimulai pada triwulan pertama atau kedua 2027. Namun ia tidak menjanjikan tenggat pasti, dengan alasan realisasi tetap bergantung pada kesiapan di lapangan.
"Saya tidak akan terlalu muluk-muluk bicara. Tinggal Bapak Ibu doakan supaya semua ini betul-betul bisa terealisasi. Mudah-mudahan nanti tugu kita kerjakan, kira-kira di triwulan pertama atau kedua kita bisa mulai," katanya.
Peninjauan di Rote Ndao turut dihadiri Sekretaris BNPPDT Makhruzi Rahman, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Nurdin, Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Edi Nurhabad, dan Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat Topri Daeng Balaw.
Bagi warga Rote Ndao, nilai proyek ini tidak berhenti pada simbol titik nol. Ketersediaan jalan, air bersih, dan internet menentukan apakah aktivitas ekonomi di desa-desa perbatasan bisa berjalan lebih lancar atau tetap tertahan jarak dan keterbatasan layanan.